Take a fresh look at your lifestyle.

1.134 KK Sudah Dicairkan dan 1.340 KK Dalam Proses Pembukaan Rekening

Pemkot Maksimalkan Proses Dana Stimulan

360

PALU, KAREBA. ID | Pemerintah kota Palu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Palu barubaru ini mensosialisasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonskruksi pasca bencana tingkat kelurahan se kecamatan Tawaeli pada Sabtu, 7 Maret 2020.

Bertempat di Aula kantor kelurahan Pantoloan kegiatan itu dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis dana stimulan tahap II oleh Walikota Palu Drs HIdayat MSi, yang  juga dihadiri Kepala BPBD kota Palu, Ir. Singgih B. Prasetyo, serta perwakilan BNPB Pusat.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD kota Palu, Muhammad Issa Sunusi menjelaskan penyerahan stimulan tahap II di kecamatan Tawaeli kali ini dilakukan kepada 163 Kepala Keluarga (KK),yang terdiri dari 97 KK dari kelurahan Pantoloan, 28 KK dari kelurahan Lambara dan 38 KK dari kelurahan Pantoloan Boya.

“Ada 1.134 KK yang sudah dilaksanakan pencairan, 1.340 KK sementara proses pembukaan rekening. Khusus Tawaeli kali ini, pencairan dan penyaluran buku tabungan ke warga sebanyak 163 KK,” jelasnya.

Ia mengatakan BPBD kota Palu akan melakukan sosialisasi Rehab-Rekon di seluruh kecamatan se kota Palu dan selanjutnya akan menyerahkan sejumlah buku rekening yang sudah terbuka dan siap disalurkan ke penerima di kelurahan masing-masing.

Sementara, Kepala BPBD kota Palu mengatakan tujuan akhir dari dana stimulan ini diberikan adalah untuk memperbaiki rumah masyarakat yang terdampak bencana tanggal 28 September 2018 silam, sehingga bisa ditempati dengan baik.

“Anggaran ini disediakan agar masyarakat segera menempati rumahnya yang lebih aman. Namun demikian, potensi bencana di kota Palu sangat besar, apalagi ada sesar Palu Koro yang merupakan sesar paling aktif di dunia. Olehnya, kita harus tahu benar karakter sesar tersebut,” katanya.

Menurut Ir. Singgih tidak sedikit rumah yang secara strukturalnya tidak benar untuk dibangun di kota Palu. Olehnya yang terpenting, katanya masyarakat harus paham dalam membangun rumah yang benar.

“Kita punya waktu 6 bulan untuk menyelesaikan 38.805 penyaluran dana stimulan berdasarkan SK Pemerintah kota Palu,” lanjutnya.

Dia berharap kerjasama masyarakat agar memberikan data yang sejujur-jujurnya, jangan ada yang ditutupi atau bahkan memberikan data-data tipuan.

“Karena ini besar resikonya. Olehnya kami mohon kerjasama kita semua untuk mempercepat proses ini,” lanjutnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Wali kota Hidayat memohon agar jangan dihambat penyaluran dana stimulan tahap II ini dengan ulah atau niat orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Kalau kita lewat dari jangka waktu 6 bulan yang diberikan, akan susah kita,” katanya.

Selain itu, dia juga meminta pihak BPBD kota Palu untuk mengevaluasi para tim pendamping, karena sudah ada beberapa tim yang mulai berafiliasi dengan politik.

“Saya minta tolong tim pendamping tidak usah urus itu politik. Jangan main-main dalam hal ini. Fokus sama rumah-rumah masyarakat,” tegasnya.

Hidayat berpesan, agar masyarakat tidak menghilangkan kwitansi-kwitansi pembelian bahan bangunan ataupun lainnya dalam perbaikan rumah, karena akan jadi bukti kelak jika ada tim pemeriksa.

“Jangan hilang kwitansi itu. Kedepan akan turun dari pihak kejaksaan maupun kepolisian yang akan mengecek itu,” katanya mengingatkan. olagondronk/kareba.id/2020

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: