Take a fresh look at your lifestyle.

19 Wajah Baru Isi Kursi DPRD Poso, 11 Kursi  Wajah Lama

706

Poso, KAREBA. ID | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Poso telah menyelesaikan perhitungan suara pada pemilu serentak. Pleno perhitungan pada 4 Mei 2019 itu sudah ditanda tangani saksi.

Untuk pemilihan presiden, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf menang dengan perolehan suara sebanyak 96.366. Sementara, pasangan 02 Prabowo-Sandi mendapat 33.341 suara.

Kemenangan pasangan petahana ini, sudah diprediksi sebelumnya. Namun yang lebih menarik dan memberikan kejutan adalah pemilihan calon legislatif kabupaten. Hasilnya hanya 11 dari 30 orang anggota DPRD yang menjabat saat ini terpilih kembali.

Partai Golkar dengan perolehan 7 kursi menjadi partai yang akan berkuasa disana, disusul partai Demokrat 5 kursi dan Nasdem 4 kursi. Posisi ini juga mengubah susunan pimpinan DPRD 5 tahun kedepan dimana Golkar mendapatkan posisi ketua dan Demokrat turun menjadi wakil ketua bersama Nasdem yang juga menggantikan Gerindra yang hanya mendapatkan 3 kursi.

Dari dapil 2 yang meliputi wilayah Pamona bersaudara dimana dari 10 kursi yang tersedia, hanya menyisakan 3 petahana yakni Herlina Lawodi dari Golkar, Yohanis Bando dari Gerindra dan Abram Badilo dari Hanura. Sedangkan 7 kursi lainnya adalah wajah baru, diantaranya ada Cony Modjanggo dari Nasdem serta Semuel Munda dari Demokrat dan Sony Kapito dari Perindo yang sebelumnya pernah menjabat anggota DPRD Poso 2 periode dari partai Damai Sejahtera.

Sementara di Dapil I yang meliputi Poso Kota bersaudara dan Lage, juga memunculkan wajah-wajah baru, dari 9 kursi yang diperebutkan, Golkar mendapat 2 kursi, salah satunya diraih Darma Liyanto, ini merupakan wajah baru, berikutnya adalah Romi Alimin dari Nasdem, kemudian ada Alwin Nakamba dari Berkarya, Alwin juga pernah menjadi anggota DPRD periode 2009-2014 lewat partai PKPI dimana pada saat itu dia menjabat sebagai ketua DPD partai besutan AM Hendropriyono itu.

Sedangkan di dapil 3, dari 5 kursi, hanya 2 wajah lama yang berhasil bertahan, Sahir Sampeali dari Golkar dan Darma Mondolu dari Gerindra. 3 nama lain adalah wajah baru, yakni Merci Hande dari Demokrat, lalu ada Adi Towesu dari Nasdem dan Heles Kapui dari PDIP.

Di dapil 4, nama-nama lawas juga berguguran. Dari Golkar muncul nama Makmur Lapido sebagai peraih suara terbanyak, lalu ada Agustin Sigilipu juga dari Golkar. Selanjutnya ada Jemi Tobanta dari Nasdem, pada periode sebelumnya Jemi maju lewat gerindra namun kalah dari Ketut Suano. Nama baru lain adalah Muh Yusuf dari PKS dan terakhir adalah Made Kajeng dari PAN.

Jika melihat hasil pemilu kali ini, dapil 4 memang kerap disebut dapil  neraka, dari 5 anggota legislatif yang ada sekarang hanya Iskandar yang masih mampu bertahan, 3 lainnya kalah. 1 orang lainnya, Amir Kusa tidak ikut bertarung lagi di dapil ini karena pindah ke provinsi.

Dengan 19 wajah baru, tentu rakyat kini berharap mereka bisa memberikan kontribusi lebih baik lagi dibanding mereka yang sedang menjabat saat ini. Salah satu yang banyak diharapkan adalah lahirnya kebijakan yang berpihak pada rakyat. phian/kareba.id/2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: