Take a fresh look at your lifestyle.

2 Kali Ricuh, Aksi Cabut Omnibus Law di Palu

318

Palu, KAREBA. ID | Mahasiswa dan Aparat keamanan terlibat bentrok saat penyampaian aksi menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibus di Palu. Sejumlah aparat kepolisian terluka akibat lemparan batu oleh mahasiswa termasuk sejumlah perwira Polda Sulteng.

Terlihat saat bentrok pagi hari tadi, Kamis 8 Oktober 2020, sejumlah aparat dipukul mundur mahasiswa dan sejumlah personil terluka. Salah satu unit roda dua milik Rainmas Polres Palu juga diamuk massa dan dibakar.

Aparat kepolisian mengamankan mahasiswa ditengah gumpalan asap gas air mata. photo:olagondronk/kareba.id/2020

Sekitar pukul 16.20 mahasiswa kembali berkonsentrasi usai sholat Ashar dan memaksa masuk kedalam kantor DPRD Sulteng yang masih dijaga ketat aparat keamanan. Selang beberapa saat, kericuhan kedua terjadi. Namun, aparat keamanan tidak lagi memberi ruang kepada massa aksi karena sudah menjurus keanarkis seperti sebelumnya.

Ratusan polisi mengejar dan mengamankan sejumlah mahasiswa yang bertindak anarkis. Puluhan mahasiswa terluka akibat saling kejar dan saling lempar sehingga membuat aparat mengamankan mereka.

Jurnalis Terkena Pukul

Saat bentrok antara aparat kepolisian dan massa aksi tersebut, dikabarkan dua orang jurnalis dan salah satunya perempuan terkena imbas pemukulan diduga dilakukan aparat saat bentrok terjadi.

Terkait adanya jurnalis yang terluka itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu akan melakukan Advokasi dan pendalaman kasus tersebut.

Sampai malam ini, ratusan aparat keamanan masih berjaga-jaga disekitar kantor DPRD Sulteng dan massa aksi sudah membubarkan diri. Olagondronk/kareba.id/2020

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: