Take a fresh look at your lifestyle.

BEKRAF BERDAYAKAN 1.500 MUSISI POTENSIAL

521

PALU, KAREBA.id | Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), tahun 2017 ini memberi kesempatan sangat luas kepada 1500 orang musisi potensial dari 10 kota di Indonesia untuk mengikuti workshop musik bertajuk ‘wROCKshop’, yang diselenggarakan oleh Indonesia Music Forum (IMF).

Disetiap kota, kegiatan itu akan diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari 100 orang musisi, 10 orang promotor, 10 orang manajer band, 10 orang wartawan musik, 10 orang operator-sound engineer  serta 10 orang penyiar radio.  Secara total keseluruhan peserta workshop musik tersebut sebanyak 1.500 orang.

“Mereka tidak perlu ke Jakarta, tapi kami yang mendatangi mereka di daerahnya masing-masing, dengan membawa 10 orang narasumber yang berasal dari musisi profesional dan para pekerja profesional dalam industri musik di tanah air,” jelas Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang direncanakan akan hadir di salah satu kota.

Ada 10 kota yang menjadi prioritas tahun 2017, yakni; Palu, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Ambon, Medan, Lampung, Manado dan Makassar, tambah Kepala Bekraf.

Triawan menambahkan, bahwa dari 16 sub sektor yang menjadi tugas dan tanggung-jawab Bekraf untuk mengembangkannya, maka ada 3 subsektor yang masuk dalam skala  prioritas, yakni film, aplikasi dan musik.

“Melalui kerjasama Bekraf dengan Indonesia Music Forum, kami mengharapkan perhatian terhadap subsektor musik menjadi fokus, terarah dan tercerahkan. Pelatihan informal terhadap kegiatan musisi sangat diperlukan untuk menjaga agar ekosistem dalam industri musik tetap bertumbuh kembang, karena para pekerja dalam industri musik di daerah terberdayakan,” papar Triawan Munaf.

Triawan berharap agar 1.500 orang yang telah mendapat pelatihan tersebut, menjadi episentrum positif bagi insan musik di sekelilingnya.

Palu merupakan kota pertama tempat berlangsungnya workshop musik tersebut, selama 2 hari berturut-turut, pada tanggal 13 – 14 Juli 2017 akhir pekan kemarin.

Indonesia Music Forum sebagai pelaksana, melibatkan musisi dan pelaku industri musik lokal untuk menjadi panitia pelaksana, mendampingi panitia pusat.

Setelah Palu, menyusul kemudian kota Malang pada tanggal 27 – 28 Juli 2017. Setiap 2 minggu sekali, workshop musik akan berpindah ke kota-kota lainnya, hingga berakhir pada bulan November 2017, jelas Budi AC yang merupakan presidium IMF pusat.

Nara sumber yang hadir di Palu, bisa berbeda dengan kota lainnya, baik pembicaranya maupun materi yang disajikannya. Tergantung kebutuhan setiap wilayah. Di Palu sendiri misalnya, nara sumber yang hadir adalah; Sandy Pas Band (Optimalisasi drums), John Paul Ivan (Aransemen Guitars), Yuke Dewa 19 (Sound Bass), Indra Qadarsih BIP (Mixing & Mastering Profesional), Setiabudi AC. Nurdin (Berpikir Kreatif), Harry Santoso (Manajemen Show Biz & Produksi), Dhani Pette (Mengelola Manajemen Band) dan Amazon Dalimunthe (Membangun Jaringan dengan Media Massa).

Secara kongkrit, keberhasilan workshop yang berlangsung di Palu dapat diukur dengan terjadinya kolaborasi antara penyanyi rock asal Palu, Achi The Box, seorang musisi senior Palu Adi Tangkilisan dengan Sandy Pas Band, John Paul Ivan dan Yuke Dewa 19. Di penghujung workshop, di hadapan 150 peserta mereka memamerkan penciptaan lagu secara spontan. Kemudian, beranjak ke studio, untuk mengaransemen lagu spontanitas tersebut, memperbaiki lirik lagu, mengaransemen kemudian merekamnya.

“Alhamdulillah tahun 2017 ini, kami berharap bisa mengunjungi 10 kota. Di setiap kota yang kami singgahi, kami buat target dan goals yang sama, yakni praktik membuat lagu, aransemen musik kemudian rekaman bersama musisi daerah dan mixing hasil rekaman, termasuk tentu saja pengetahuan seputar manajemen band serta manajemen produksi dan promosi musik dalam industri music,” katanya.

Di setiap kota, setidaknya tercipta 1 lagu. Maka jika mengunjungi 10 kota, berarti akan tercipta 10 lagu, yang kelak bisa dikemas menjadi sebuah album musik,” papar Buddy ACe, Presidium Indonesia Music Forum, yang menggagas kali pertama ‘wROCKshop’ sejak tahun 2016 lalu di Jakarta, diikuti oleh 50 musisi profesional dan 20 wartawan musik dari media online dan cetak.

Karena antusiasme para musisi di seluruh tanah air, maka pelaksanaan ‘wROCKshop’ pun berkembang hingga ke 10 kota di tanah air. Termasuk pengembangan pada materi pelatihannya. Di tahun 2017 ini, materi yang ditambah adalah; membangun ekosistem yang sehat dan baik dalam manajemen musik, berpikir kreatif dan positif serta klinik musik untuk 3 instrumen musik; gitar, bass dan drum.

“Kami berharap, pada tahun 2018, bisa menyambangi ibukota dari 34 provinsi, agar pengetahuan informal seputar dunia musik tersebar merata. Sehingga ekosistem industri musik yang baik dan sehat serta berbasis pada kebudayaan setiap wilayah, bisa tercipta di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu harapan agar industri musik kembali bersinar di era persaingan dengan teknologi digital bisa tercapai, setidaknya pada tahun 2020 mendatang,” tambah Budi.

 

Narasumber ‘wROCKshop’ dikota-kota berikutnya, antara lain adalah; Bunda Iffet Sidharta  (Manajer Slank), Doddy Katamsi (Lead Vocals), Dewa Budjana (Guitars) Yoyo Bassman (Bass), Edwin Cokelat (Guitars), Ikmal Tobing (Drums), Eno Netral (Drums), Bens Leo (Wartawan Musik), Ekie Lamoh (Rock Vocals), Tohpati (Guitars), Wendy Putranto (Wartawan Musik), Oppie Andaresta (Singer & Song Writer), Fajar (Bass), Cella Kotak (Guitars), Balawan (Guitars) dan sejumlah nama yang digadang-gadang bakal menjadi mentor dalam ‘wROCKshop’ di 10 kota tersebut.

“Saya sangat senang dan tersanjung, bisa mengikuti workshop musik yang dibuat oleh Bekraf ini, apalagi saya mendapat kesempatan untuk menyanyi bersama musisi senior yang populer, seperti Sandy, Yuke dan John Paul Ivan serta musisi local Palu, Adi Tangkilisan. Apalagi lagu yang kami nyanyikan, adalah lagu ciptaan bersama. Ini pengalaman hebat yang tak terlupakan,” ungkap Achi, vokalis dari band etnorock asal Palu, The Box, dengan senyum sumringah. IMF/OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: