Take a fresh look at your lifestyle.

BULILI BONE FESTIVAL MENGANGKAT PERADABAN TERTUA

489

PALU, KAREBA.id | Akhir tahun 2016, sejumlah praktisi dan kelompok yang konsern dengan kesenian dan kebudayaan lokal (Kaili) akan menggelar Bulili Bone Festival (BBF) 28-30 Desember 2016 di lapangan Koni Batu Bata Indah Tatura Utara Kecamatan Palu Selatan. Festival itu digelar, untuk mengangkat kembali tradisi dari peradaban tertua yang pernah ada didaerah ini.

Secara Geografis, peradaban Bulili berada di lingkungan Raranggonau kabupaten Sigi, terus menyebar ke wilayah Petobo, Birobuli dan Tatura, Kota Palu hingga hari ini.

“Hasil penelitian, peradaban Bulili itu merupakan tempat tertua di Indonesia bahkan Dunia,” kata Ashar Yotomaruangi.

Dia merupakan penggiat kesenian dan kebudayaan lokal Kaili yang puluhan tahun terus mengeksplore kebudayaan nenek moyangnya dalam bentuk pertunjukan. Termasuk, BBF 2016 ini merupakan bentuk kegelisahannya terhadap nilai-nilai leluhur tanah kaili yang mulai terkikis.

“Tinggal kita yang menjaga tradisi dan nilai-nilai lokal berkehidupan. Menjaga toleransi antara manusia dengan manusia serta manusia dengan alam,” tegas Ashar.

Sejumlah kegiatan akan meramaikan festival itu. Menurut Ashar selaku penanggungjawab, pada malam pembukaan ada pertunjukan naskah Kaili bertajuk I Mangge Mpobilisi, pertunjukan partispasi Barongsai dari komunitas Tionghoa, testimoni beberapa kepala Kelurahan dan Tokoh masyrakat diluar etnis Kaili mengenai suku Kaili dan Bulili Bone Festival.

“Kita butuh masukan, baik dari suku Kaili sendiri maupun etnis lain, yang notabene sudah tinggal turun temurun di Kota Palu dan sekitarnya. Kita mau bersama-sama membangun di tanah Kaili,” urainya.

Tak hanya itu, sejumlah penggiat kesenian daerah ini juga akan mengambil bagian dalam festival itu. Culture Project dengan lagu-lagunya yang mengangkat tradisi lokal, dan beberapa komunitas  musik, teater, seniman individu, telah menyatakan diri ikut meramaikan festival mandiri tersebut.

BBF 2016 akan digelar selama 3 hari. Kegiatan sosialisasi nilai-nilai social dan kearifan lokal akan kemas dalam bentuk pameran kuliner, pertunjukan musik, teater tari dan bahkan diskusi. Kerinduan akan kuliner lokal seperti Pondi-pondi, surabe atau penganan suku Kaili lainnya, bisa dinikmati pada sejumlah stan tradisional. Kamaimo Manjanyonjayo ri Bone Bulili Festival Sampesuvu. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: