Take a fresh look at your lifestyle.

Cara Alami Keluarkan Kotoran Telinga

220

Jakarta, KAREBA. ID | Ada beragam cara yang kerap dilakukan sebagian orang untuk membersihkan kotoran telinga. Cara yang dilakukan ini mulai dari mengorek kuping dengan cotton buds atau korek kuping besi hingga menggunakan lilin telinga.

Menjaga kebersihan telinga dari kotoran ternyata tidak perlu menggunakan alat-alat tersebut. Yang perlu dilakukan untuk membuat kotoran telinga keluar secara alami dari liang telinga adalah mengunyah.

“Dengan kita makan, menelan, menggigit, mengunyah, menguap, nah itu (kotoran telinga) dia bisa terdorong ke luar,” terang spesialis telinga hidung tenggorok-bedah kepala leher dari Rumah Sakit Khusus THT-Bedah KL Proklamasi Jakarta dan BSD dr Soekirman Soekin SpTHT-KL(K) MKes kepada , Rabu 15 Januari 2020.

Soekirman menjelaskan, liang telinga memiliki panjang sekitar 2,5-3 sentimeter. Kotoran telinga diproduksi di sepertiga bagian luar liang telinga. Kegiatan seperti mengunyah akan menggerakkan kulit liang telinga sehingga kotoran telinga bisa semakin tergeser ke luar.

“Yang bisa dibersihkan kalau kotoran itu sudah keluar dari liang telinga,” tutur Soekirman.

Soekirman mengatakan bagian telinga yang boleh dibersihkan dengan cotton buds hanya sebatas daun telinga hingga ‘mulut’ atau bagian ujung luar liang telinga. Alat seperti cotton buds hingga korek kuping besi tidak boleh digunakan untuk mengorek ke dalam liang telinga karena bisa memicu luka hingga infeksi.

Senada dengan Soekirman, Rumah Sakit Khusus THT-Bedah KL dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Eka Hospital BSD dr fikry hamdan yasin Sp THT-KL(K) mengatakan kotoran telinga bisa dikeluarkan secara alami tanpa harus dikorek dengan berbagai alat. Cara mengunyah yang tepat dapat membantu proses pengeluaran kotoran telinga secara alami ini berjalan dengan baik.

“Pada saat kita makan, ngunyahnya itu dilamain sedikit. Jangan baru tiga kali kunyah atau dua kali kunyah, langsung ditelan,” jelas Fikry.

Saat bersantap, Fikry menyarankan agar makanan dikunyah setidaknya sekitar delapan hingga 10 kali. Posisi mengunyah pun perlu diseimbangkan antara sisi kiri dan sisi kanan.

“Pergerakan otot-otot rahang itu, membuat si dasar telinga itu bergerak gitu lah ya, membawa kotoran itu keluar dengan sendirinya,” terang Fikry.

Namun, akan lebih baik bila telinga juga dibersihkan atau diperiksakan secara rutin ke dokter spesialis THT. Pengecekan telinga ini bisa dilakukan minimal enam bulan atau satu tahun sekali.

Jadi, lanjut Fikry, cara terbaik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan telinga adalah dengan tidak dikorek-korek. Selain itu, penutup telinga juga bisa digunakan bila seseorang berada di tempat yang berdebu atau banyak paparan asap.

“Atau di tempat yang bising. Paparan terhadap bising juga harusnya dihindari, supaya dia lebih sehat telinganya, karena menyangkut pendengaran,” tutur Fikry. rol/kareba.id/2020

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: