Take a fresh look at your lifestyle.

Dana Santunan dan Stimulan Belum Cair dari Pusat

Wali Kota Palu : APBD Sudah Tidak Mampu Bertahan

474

Palu, KAREBA. ID | Terkait belum adanya pencairan dana santunan untuk korban bencana 28 September 2018 lalu, dan dana stimulan untuk kerusakan sejumlah rumah dibeberapa lokasi di Kota Palu, menjadi persoalan yang kini dialami Pemerintah Kota (pemkot) Palu.

Pasalnya, sejak bencana 6 bulan silam, sejumlah perbaikan fasilitas umum serta jalan dalam lingkup pemkot dan jaminan hidup bagi sekitar 40 an ribu pengungsi per Maret 2019, telah menghabiskan sekitar 50 Milyard lebih Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hal ini diungkap Wali Kota Palu Drs Hidayat MSi saat berkunjung ke lingkungan Lekatu kelurahan Buluri kemarin, Senin 1 April 2019, bersama sejumlah Kepala Kelurahan yang ada di pesisir teluk dan Camat Ulujadi.

“Belum ada pencairan yang dilakukan Kementrian terkait untuk dana santunan korban bencana dan dana stimulan bagi rumah yang rusak. Padahal beberapa bulan lalu presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah memerintahkan kementrian terkait,” terang Hidayat.

Menurutnya, persolan yang selalu dijadikan dasar bahwa data belum lengkap dan terverifikasi, sehingga pencairan itu tak kunjung dilaksanakan.

Padahal, menurut orang nomor satu di Kota Palu itu, pihaknya sejak 2 bulan lalu sudah memberikan data sesuai permintaan kementrian terkait.

“Data sudah 2 bulanan saya tandatangan dan setor ke pihak terkait, tapi hingga hari ini belum ada juga pembayaran sehingga masyarakat menganggap kami (Pemkot Palu-Red) yang menahan-nahan dananya,” keluh Hidayat.

Soal kemampuan dana APBD untuk bertahan dalam menangani bencana, dirinya mengaku sudah pusing mau memotong anggaran darimana lagi, sehingga ia berharap pemerintah Pusat dalam hal ini, Presiden dan Wapres untuk segera melalui kementrian terkait untuk segera merealisasikan dana tersebut.

“Saya pribadi, menangis dalam hati merasakan hal ini. Bagaimana dengan masyarakat yang masih diluar sana, yang berada di shelter dan Huntara-huntara ? Saya mohon pusat segera merealisasikannya,” pinta Wali Kota.

Untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap), hingga hari pihaknya telah bekerjasama dengan Yayasan Budha Tzu Chi sebanyak 2000 unit dan puluhan lainnya akan dibantu oleh sejumlah daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Daerah se Indonesia (Apeksi).olagondronk/kareba.id/2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: