Take a fresh look at your lifestyle.

Diduga Terkait Teroris, Warga Palu Ditangkap Densus

Istri Tidak Tahu Keberadaan Suaminya

892

PALU, KAREBA.ID | Dua warga Palu baru-baru ini diamankan Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88 AT) Mabes Polri. Salah satu dari dua warga tersebut ditangkap saat akan mengambil paket ditempat jasa pengiriman barang disekitar jalan Moh. Hatta Palu pada Kamis, 30 Agustus 2018.

Hamzari (25) diamankan tim Densus AT saat mengambil barang di jasa pengiriman barang. Dari tangan Hamzari Densus mengamankan satu paket barang kiriman. Kemudian tim densus lanjut menggeledah rumah Hamzari dijalan Hasanudin Toto Silae Kecamatan Ulujadi. Dari hasil penggeledahan tersebut, Densus 88 AT kembali mengamankan satu paket barang dalam bungkusan berwarna hitam.

Tak hanya itu, densus kemudian memeriksa dan menggeledah rumah orang tua Hamzari di desa Bangkir kabupaten Tolitoli.

Bukan hanya Hamzari, tim densus juga mengamankan rekannya Akbar (27) yang tinggal di jalan Kamboja Perumnas Balaroa, Palu Barat.

Kepada sejumlah Wartawan di Kompleks Rajawali 28 Palu, kedua istri warga Palu yang diamankan densus itu mengatakan jika sampai hari ini mereka belum tahu keberadaan suami mereka.

Saat menanyakan ke pihak Polda Sulawesi Tengah, dari informasi yang mereka dapatkan, Polda Sulteng tidak pernah menahan atau menangkap suami mereka pada saat ini.

“kami sudah ke Polda menanyakan keberadaan suami kami, tapi dari Polda katakana tidak pernah menangkap suami kami,” terang mereka didampingi Tim Penasehat Hukum Muslim (TPM), Selasa 4 September 2018 siang.

Menurut Rewang (36) istri Hamzari, saat datang menggeladah kediamannya di Silae, sekitar 10 orang lebih pria lengkap dengan senjata laras panjang, mengatakan jika suaminya ada Bersama mereka dan dalam keadaan baik-baik saja. Akan tetapi, sampai saat ini Rewang Bersama istri Akbar belum bertemu dengan suami mereka yang diamankan pihak polisi.

“Kami hanya ingin tahu keberadaan mereka dan mau bertemu,” pintanya, seraya mengatakan menurut informasi mereka dapatkan, suami mereka akan dibawa ke Jakarta untuk kepentingan pemeriksaan 15 September mendatang.

Hamzari dan Akbar merupakan eks Narapidana LP Petobo Palu yang baru sekitar setahun bebas dari hukuman terkait kasus pembunuhan di wilayah hukum Palu dan kesehariannya bekerja usaha Loundry dan pedagang sepatu. olagondronk/kareba.id/2018

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: