Take a fresh look at your lifestyle.

DIPROTES, RENCANA SEKOLAH PUNGUT 1,75 JUTA DARI SISWA

436

 

PALU, KAREBA.id | Rencana pihak Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Palu atau dahulu dikenal SMEA Palu akan memungut dana sebesar Rp.1.750.000,- kepada siswa-siswinya, mendapat protes keras dari sejumlah orang tua. Pasalnya, pungutan itu dinilai sangat memberatkan dan terkesan dipaksakan.

Dari sejumlah orang tua yang melayangkan keberatan kepada KAREBA.id sangat menyanyangkan jika pihak sekolah akan memaksakan kebijakan tersebut. Karena, hampir semua orang tua akan memprotes kebijakan yang dianggap bersebrangan dengan kebijakan Pemerintah Kota Palu dalam hal ini melalui walikota dibeberapa media dan kesempatan berpidato mengatakan tidak adanya lagi pungutan bagi siswa yang tidak jelas aturan dan kekuatan hukumnya.

Adi, salah satu orang tua murid mengatakan, dirinya saat mengikuti rapat komite tidak diberi kesempatan untuk memprotes keinginan pihak sekolah itu.Pungutan yang mencapai Rp. 1,75 Juta itu sangat memberatkan dirinya. Kebijakan itu menurutnya aneh, karena menyangkut pembiayaan dilingkungan sekolah yang sudah semuanya dibebani pada anggaran negara dan daerah. “Saya dan beberapa orang tua coba untuk protes saat pertemuan itu, tapi rapatnya kayak dipercepat begitu. Kami hanya disuruh catat semua rencana pungutan itu yang ditampilkan lewat infocus,” terangnya menceritakan kronologi saat pertemuan pihak sekolah dengan orang tua siswa.

Sependapat dengan Adi, Selvi yang ikut serta saat pertemuan itu menumpahkan kekesalannya terhadap pihak sekolah. Menurutnya, pihak sekolah menjadikan tameng kebijakan Dinas dan Walikota atas pungutan itu. “Pihak sekolah mengatakan akan menyerahkan keputusan itu kepada dinas dan selanjutnya di acc oleh walikota,” sebutnya.

Padahal menurut Selvi, disebuah kesempatan, Walikota Palu Drs Hidayat Msi mengatakan bahwa tidak ada lagi pungutan yang akan memberatkan Peserta didik SMU/sederajat, SMPN/sederajat dan murid Sekolah Dasar (SD) serta TK dilingkup pemerintah Kota Palu yang tidak sesuai aturan dan mempunyai kekuatan hukum yang berlaku.

Untuk diketahui, SMKN 2 Palu akan mengajukan rencana pungutan terhadap sejumlah kebutuhan sekolah, diantaranya sumbangan uang meja Rp. 150 ribu, untuk kantin Rp.75 Ribu, pengadaan Laptop/computer/alat ujian online sebesar Rp. 350 ribu, dana pembuatan pagar dan pemeliharaan taman sebesar Rp. 225 ribu, uang semester Rp. 100 ribu, uang pemeliharaan rumah ibadah Rp. 50 ribu, dan sejumlah pungutan lainnya sebanyak 13 item dan totalnya mencapai Rp.1.750.000 per siswa/siswi.OLAGONDRONK/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: