Take a fresh look at your lifestyle.

Dua Orang Kritis dalam Protes Hong Kong

Aksi Protes Terus Berlanjut

176

Hong Kong, KAREBA. ID | Polisi Hong Kong mengatakan, dua orang dalam kondisi kritis dalam aksi unjuk rasa akhir pekan Ahad kemarin yang berujung bentrok. Namun, polisi tidak memberikan detail tentang kedua korban yang ditinggalkan dalam kondisi kritis.

Polisi antihuru-hara menyerbu beberapa pusat perbelanjaan termasuk Cityplaza yang penuh dengan keluarga dan anak-anak di pinggiran timur Taikoo Shing. Awalnya unjuk rasa berjalan damai, sampai pada akhirnya pengunjuk rasa berhadapan dengan polisi yang menimbulkan bentrokan ketika para pengunjuk rasa menyemprotkan grafiti di sebuah restoran.

Seorang pria yang membawa senjata tajam menebas beberapa orang dan menggigit telinga polisi. Di antara yang terluka termasuk seorang pria yang diyakini sebagai pemegang senjata tajam itu. Dia dipukuli oleh para pengunjuk rasa dengan tongkat.

Aksi demonstrasi lebih lanjut direncanakan digelar pekan ini. Kali ini agenda tuntutan, yakni penyelidikan independen terhadap perilaku polisi dan mengadopsi hak pilih universal.

“Pegawai negeri malu dengan kejahatan yang dilakukan oleh kepolisian Hong Kong dan kediktatoran pemerintah Hong Kong,” kata Konferensi Pers Warga, kelompok prodemokrasi yang merencanakan diskusi Senin malam tentang bentrokan tersebut.

Sementara itu, media pemerintah China menyerukan upaya keras terhadap para pemrotes yang merusak kantor berita Xinhua yang dikelola pemerintah dan gedung-gedung lainnya. Mereka mengatakan kekerasan itu merusak aturan hukum kota.

Para pemrotes pada Sabtu lalu menghancurkan dan membakar kantor Xinhua dalam kekerasan terburuk yang pernah terjadi. Pekan ini para pengunjuk rasa juga membakar stasiun metro dan merusak bangunan, termasuk  Starbucks.

Bisnis di daratan, termasuk bank atau perusahaan yang terlihat mendukung Partai Komunis China yang berkuasa, juga telah menjadi sasaran para pemrotes yang marah karena dianggap campur tangan China dengan kebebasan Hong Kong sejak kembali ke pemerintahan China pada 1997.

Namun, berulang kali China membantahnya dan menuduh negara-negara asing menghasut protes. Dalam sebuah pernyataan, polisi mengutuk tindakan kekerasan dan vandalistik perusuh. Polisi juga berjanji untuk langkah-langkah keamanan publik.

Polisi mengatakan, gas air mata yang secara tidak sengaja ditujukan kepada seorang pemadam kebakaran dimaksudkan untuk membubarkan perusuh. “Ada kesalahpahaman dalam komunikasi verbal antara kedua belah pihak. Masalahnya ditangani dan diselesaikan di tempat kejadian,” kata polisi, Senin, 4 November 2019. rol/kareba.id/2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: