Take a fresh look at your lifestyle.

GUBERNUR : WASPADAI INESTASI ILEGAL

274

“Sekarang banyak yang menawarkan jasa keuangan. Mereka datang, termasuk ke saya. Ngomong kepada saya punya banyak uang dari Singapura, dari China, dari Taiwan. Tentunya setelah mereka dapat uang kita, mereka bawa kabur. Jadi harus hati-hati,” – Longki Djanggola, Gubernur Sulteng –

PALU, KAREBA.id – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengungkapkan, dirinya pernah didatangi oleh orang yang mengaku memiliki banyak uang dan menawarkan berinvestasi. Namun, karena mencurigakan, tawaran itu pun langsung ditolak.

“Sekarang banyak yang menawarkan jasa keuangan. Mereka datang, termasuk ke saya. Ngomong kepada saya punya banyak uang dari Singapura, dari China, dari Taiwan. Tentunya setelah mereka dapat uang kita, mereka bawa kabur. Jadi harus hati-hati,” kata Longki Djanggola pada peresmian gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah di Jalan Basuki Rahmat Nomor 164, Palu, Kamis 22 September 2016.

Karena itu, Longki mengimbau masyarakat dan pengusaha di daerah ini agar berhati-hati terhadap lembaga jasa keuangan ilegal. Sebelum berinvestasi, harus dipastikan bahwa jasa keuangan tersebut memiliki izin dari pihak berwenang agar tidak tertipu.

“Dan hebatnya industri jasa keuangan ilegal itu dibekingi oleh orang yang mengetahui masalah hukum, khususnya hukum keuangan negara. Ini yang sangat berbahaya,” katanya.

Gubernur mendukung langkah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Daerah Sulawesi Tengah. Menurutnya, Satgas Waspada Investasi di Sulteng diharapkan melindungi masyarakat dari praktik penempatan dana ilegal dan atau tidak wajar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Moh Syukur A Yunus juga mengakui, investasi ilegal sudah masuk ke Sulawesi Tengah. Bahkan, pekan lalu, OJK Sulawesi Tengah bersama Polda membubarkan sebuah acara yang digelar di hotel di Palu terkait investasi ilegal.
Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad dan Gubernur Sulteng Longki Djanggola melantik Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Kamis 22 September 2016.

Pembentukan Satgas ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan antara OJK dengan kementerian/ lembaga, di antaranya Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kominfo, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)beberapa waktu lalu.

Kerjasama ini ditujukan untuk mencegah dan menangani tindakan melawan hukum di bidang perhimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi yang cukup meresahkan masyarakat, melalui upaya prepentif, akuratif dan represif (penegakan hukum).

Latar belakang dibentuknya Satgas Waspada Investasi Provinsi Sulawesi Tengah, kata Muliaman, adalah karena maraknya penawaran investasi yang menawarkan keuntungan di luar batas kewajaran dan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan tidak memiliki izin dari instansi berwenang.

Akibatnya, banyak masyarakat yang tergiur dan ikut berinvestasi, namun pada akhirnya menderita kerugian finansial karena dana dibawa kabur serta disalahgunakan oknum perusahaan yang menggunakan model bisnis piramida.

Muliaman berharap Satgas Waspada Investasi Sulawesi Tengah proaktif melakukan upaya-upaya preventif dalam rangka mencegah kerugian yang lebih besar dari masyarakat, serta menghadirkan rasa aman bagi investor dan masyarakat yang akan berinvestasi.

Menyikapi hal tersebut OJK telah menyediakan investment Alert Portal (IAP) sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengetahui nama-nama perusahaan/pihak yang tidak memiliki izin menawarkan investasi atau menghimpun dana masyarakat.

OJK juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait penawaran investasi yang mencurigakan kepada pihak OJK di daerah tersebut. Dalam kegiatan itu dihadiri oleh hampir seluruh pelaku industri jasa keuangan di Sulawesi Tengah, sejumlah laku pandai serta Walikota Palu. METROSULAWESI.COM

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: