Take a fresh look at your lifestyle.

Hadirkan Marcello ‘Ello’ Tahitoe, KPU Sulteng Gelar Konser Musik Pemilih Berdaulat

441

 

Palu, KAREBA. ID | Mengakhiri kegiatan kampanye yang serentak berakhir pada Sabtu 13 April 2019 dan memasuki masa tenang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah akan menggelar konser musik pemilih berdaulat, di Tanaris Café Sabtu malam nanti.

Massa yang akan dimobilisasi pihak penyelenggara sebagai peserta nanti,  terutama para pemilih milenial, yang diperkirakan berjumlah 1.000 orang.

Tak tanggung-tanggung, KPU Sulteng memboyong  Marcelo Tahitoe (Ello), Artis yang banyak digandrungi oleh para milenial di Indonesia, khususnya Kota Palu dan sekitarnya.

Konser Musik ini merupakan metode untuk sosialisasi dan memberikan pendidikan pemilu kepada masyarakat umumnya dan kalangan milenial khususnya. Musik adalah salah satu media yang digunakan KPU Sulawesi Tengah untuk mendekati kaum milenial, karena umumnya generasi milenial sangat menyukai musik.

Kegiatan bertajuk ‘Pemilih Berdaulat Negara Kuat, Pilih Yang Jujur’ bermakna bahwa untuk menggambarkan visi yang ingin dicapai oleh KPU Sulawesi Tengah dalam sosialisasi dan memberikan pendidikan pemilu. Kedaulatan sesungguhnya berada ditangan rakyat, rakyat yang menjadi pemilih dalam pemilu. Pemilih berdaulat akan tahu hak, kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai pemilih.

“Kegiatan konser musik  sebagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik yang di kemas dengan konser musik, dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih pada pemilu 2019,” kata Sahran Raden, salah satu anggota KPU Sulteng.

Menurutnya, dengan sosialisasi secara masif menjelang hari pemungutan suara masyarakat dapat mengenal dan mengetahui informasi kepemiluan di tahun 2019.

Saat ini, rating beberapa lembaga survey terkait pengetahuan masyarakat meningkat, yang sebelumnya hanya 40 persen masyarakat mengetahui Informasi kepemiluan, kini sdh mencapai 90 persen masyarakat Indonesia yang mengetahui informasi kepemiluan termasuk tata cara mencoblos di TPS.

Ditambahkan Sahran, saat ini yang sulit dihadapi KPU ialah bertubi-tubinya serangan hoaks yang dialamatkan kepada KPU, yang mengakibatkan terjadinya pendelegitimasian kepercayaan KPU di masyarakat dalam pelaksanaan teknis pemilu.

“Diharapkan KPU Kab/kota sigap menangkal berita hoaks. KPU provinsi dan Kab/Kota lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan pemanfaatan media sosial untuk menangkal hoaks dan sosialisasi penjelasan terkait dengan setiap teknis tahapan pemilu” tegasnya. olagondronk/kareba.id/2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: