Take a fresh look at your lifestyle.

IDEALNYA, SAR PALU BUTUH TAMBAHAN 325 RESCUER

349

PALU, KAREBA.id | Kantor Search and Rescue (SAR) Palu untuk menanggulangi kebutuhan melakukan pencarian dan penyelamatan korban baik di Darat maupun di Laut ataupun Sungai, membutuhkan tambahan Rescuer (personil SAR) sedikitnya 325 orang. Jumlah itu akan ditempatkan di 13 kabupaten/kota se Sulawesi Tengah.

Rescuer yang jumlahnya minimal tersebut, masing-masing daerah akan ditempatkan sebanyak 25 rescuer. Rescuer itu diluar staf administrasi dan pimpinan pos atau unit di kabupaten/kota.

Kepala kantor SAR Palu Jafar Henaulu melalui Kepala Seksi Operasionalnya, George Mercy Randang mengatakan, jika jumlah rescuer itu dapat terpenuhi, maka setiap kegiatan SAR diwilayah selain berdekatan dengan kantor pusat SAR Palu, akan dilaksanakan sesuai target, baik berupa pencarian dan penyelematan korban ketika ada kejadian di darat maupun laut dan sungai.

Karena jika mengharapkan kondisi SAR Palu saat ini, George menerangkan, pihaknya akan sedikit terlambat karena jarak tempuh yang jauh dan fasilitas operasional yang masih terbatas, karena hanya menggunakan kendaraan darat dan laut yang dimiliki kantor SAR Palu seperti saat ini.

“Iya, bayangkan jika ada kejadian di Poso atau Morowali, kami harus menempuh jalan darat ke Poso sekitar 4 jam atau ke Morowali sekitar 18 jam. Bagaimana sudah kondisi korban yang hilang atau mau yang akan dievakuasi,” katanya.

Senada dengan Goerge, kepala seksi potensi atau sarana dan prasarana SAR Palu, Basrano menjelaskan, jika saat ini pihaknya memiliki dua unit kapal sepanjang 36 meter, satu yang stanby di pelabuhan Feri Kayumalue dan satunya akan disiagakan di Pos Luwuk. Satu unit kapal 12 meter, Sedangkan perahu karet untuk memuat 6 hingga 8 orang hanya dimiliki kantor SAR Palu sebanyak 6 unit serta kendaraan roda empat sebanyak 10 unit, dengan Rescuer sebanyak 37 orang serta 19 staf administrasi dan pimpinan.

“Kendaraan operasional itulah yang kami gunakan selama ini untuk mencover 13 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tengah,” papar Basrano saat kegiatan Rakor SAR di Hotel Santika, Kamis 8 Desember 2016.

Mereka beraharap, jika pemerintah dan BASARNAS dapat secepatnya menambah Rescuer dan staf untuk dapat memberikan pelayanan Search and Rescue diseluruh wilayah di Sulteng. “jika penambahan itu bisa disahuti, maka kami dengan mudah bisa menjangkau semua wilayah kabupaten yang ada sesuai harapan semua pihak, ” pinta mereka. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: