Take a fresh look at your lifestyle.

Idul Fitri Tahun Ini, Pemkot Sholat Bersama Korban Bencana di Petobo

Idul Adha Di Lapangan Gawalise Duyu

484

Palu, KAREBA. ID | Wali kota Palu Drs. Hidayat, M.Si memutuskan pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah akan dipustakn di Lapangan Sepak Bola Mini Kelurahan Petobo. Namun, untuk pelaksanaan sholat Ied dilapangan Vatulemo tetap juga diselenggarakan.

Demikian, hasil rapat tentang rencana pelaksanaan sholat idul fitri yang akan digelar pemerintah kota Palu, di ruang Bantaya kantor Wali kota Palu, Jumat, 17 Mei 2019.

Rapat yang dihadiri berbagai unsur dantaranya Kepala Kantor Kementrian Agama kota Palu, Ma’sum Rumi, perwakilan MUI kota Palu, perwakilan Dandim dan Kapolres kota Palu, BKPRMI kota Palu, Ketua DDI Sulawesi Tengah, dan beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah kota Palu.

Pelaksanaan sholat Ied di kelurahan Petobo dimaksudkan sebagai wujud silaturahim antara pemkot Palu dengan masyarakat setempat yang notabene merupakan korban bencana gempabumi dan likuifaksi di kota Palu pada 28 September 2018 silam.

“Kita ingin merayakan hari raya idul fitri tahun ini bersama-sama dengan masyarakat kita yang terdampak parah likuifaksi di Petobo,” terang Hidayat.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengerahkan segenap aparat pemkot Palu khususnya para Kepala OPD untuk melaksanakan sholat disana. Sementara dilapangan Vatulemo, akan dihadiri oleh Wakil Wali kota Palu.

Selain penentuan lokasi pelaksanaan sholat idul fitri, dalam rapat tersebut juga disepakati tentang lokasi pelaksanaan sholat idul Adha tahun 2019 mendatang, yakni akan dipusatkan di lapangan Gawalise, kelurahan. Sehingga dengan begitu, pemkot Palu juga bisa bersilaturahim dengan masyarakat yang terdampak bencana dibagian Barat kota Palu.

Sementara itu, pada idul fitri kali ini pemkot tidak menggelar pawai takbir dengan konvoi dijalan. Namun memusatkan penyelenggaraan takbiran tersebut di lapangan Vatulemo dan di masjid masing-masing bersama Forkopimda kota Palu serta masyarakat.

Itu dimaksudkan agar mencegah terjadinya kemacetan di jalan-jalan poros dari dan menuju kota Palu, mengingat Jembatan IV atau Jembatan Kuning telah runtuh akibat goncangan gempabumi dan terjangan tsunami 2018, 8 bulan lalu. olagondronk/kareba.id/2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: