Take a fresh look at your lifestyle.

JURNALIS JADI TIM SAR DI TELUK PALU

277

PALU, KAREBA.id | Puluhan Jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, radio dan media online, terjun langsung bersama Rescuer (tim penyelamat) dari Kantor Search and Rescue (SAR) Palu ditempat kejadian. Mereka mencari dan menyelamatkan korban yang hilang disekitar teluk Palu.

Seorang korban ditandu dan dilarikan menuju mobil ambulance saat puluhan Jurnalis se Sulawesi Tengah melakukan praktek Search and Rescue (SAR) di teluk Palu, Kamis 8 Desember 2016 sore tadi. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2016

Dua Kapal karet dengan peralatan penyelamatan milik kantor SAR Palu diterjunkan bersama puluhan rescuer dibantu sejumlah jurnalis, sekitar pukul 15.30 Wita, Kamis 8 Desember 2016. Pencarian dan penyelamatan berlangsung sekitar dua jam. Tiga korban berhasil diselamatkan, walau angin dan ombak sedikit menyulitkan proses evakuasi sore itu.

Penyelamatan tersebut, terkait pelatihan yang digelar Kantor SAR Palu kepada puluhan jurnalis yang bekerja disejumlah media di Palu khususnya dan Sulawesi Tengah umumnya. Jurnalis sengaja  dilibatkan untuk lebih mengetahui proses pencarian dan penyelamatan yang selama ini dilakukan para rescuer SAR Palu dibeberapa kejadian. Sehingga, jika nantinya ikut proses kejadian nyata, dapat mengerti tupoksinya.

Sebelum proses pencarian dan penyelamatan itu dilaksanakan dilapangan, jurnalis-jurnalis tersebut diberi bekal dasar penyelamatan diri dan korban oleh tim SAR Palu.

Kegiatan yang bertajuk SAR Gathering for Journalist 2016 itu, sejak pagi hari telah berlangsung dan dibuka oleh Direktur Informasi Basarnas Pusat Brigjen (Marinir) Suprayogi di Hotel Santika Palu.

Kepala Seksi Operasi kantor SAR Palu George Mercy Randang dalam pemaparannya menjelaskan, tugas dan fungsi SAR harus dibarengi oleh kerja-kerja kemanusian dari instansi lain, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tagana, TNI, Polri dan juga Jurnalis. Sehingga, kerja-kerja SAR akan berhasil jika dikerja dengan tim yang solid.

“Jurnalis adalah ujung tombak dalam menyampaikan tugas dan fungsi SAR kepada masyarakat,” katanya.

Puluhan Jurnalis Palu, Sulawesi Tengah usai melakukan praktek cara pensaran dan penyelamatan korban bersama Rescuer tim Search and Rescue (SAR) Palu. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2106

Olehnya, kegiatan yang digelar itu menyepakati dibentuknya Forum Jurnalis Tanggap Bencana untuk menjadi wadah berbagi informasi antara kantor SAR Palu dengan jurnalis se Sulawesi Tengah yang juga tergabung di organisasi profesi, yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Ikatan Jurnalis Telivisi (IJTI) Sulteng, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng dan Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia-Sulteng.

Kepala Kantor SAR Palu, Jafar Henaulu berharap forum yang disepakti terbentuk itu dapat memberi manfaat bagi pihaknya dan jurnalis, terlebih bagi masyarakat luas. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: