Take a fresh look at your lifestyle.

Jurnalis Palu : Selamat Jalan Orang Baik

1.062

PALU, KAREBA.ID | Jurnalis Palu kehilangan sosok yang sangat dekat dengan profesi mereka. Jurnalis yang senior maupun yang junior kehilangan figur yang selalu memberikan wejangan dalam kehidupan sehari-hari maupun lagi menjalankan profesi sebagai jurnalis.

Tahmidy Lasahido, pria lahir pada 9 Januari 1966 adalah putra mantan Gubernur Sulawesi Tengah Ghalib Lasahido.

Puluhan tahun sudah lamanya, jurnalis yang bekerja diberbagai media Lokal, Nasional dan Internasional ‘ditampung’berkantor di salah satu gedung didalam kompeks rumahnya, tepatnya di belakang Radio Nebula FM dibilangan jalan Rajawali 28 Palu.

Puluhan Jurnalis yang tergabung di organisasi profesi Aliansi Jurnalis Independen (AJI Kota Palu), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI Sulteng) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI Palu), kesehariannya bermarkas dan bersekretariat disana.

Dikisahkan, jika organisasi mengamanatkan untuk menyewa tempat sebagai sekretariat tersebut yang kebetulan miliknya, dengan tegas ia akan ‘marah’sebagai kakak dari para jurnalis itu.

“Kenapa ? Kalian sudah banyak uang lantas mau bayar sewa ? Ada baiknya uang itu pakai perbaiki bangunan saja dan pakai beli gorengan buat kalian ramai-ramai disitu,”begitulah sepenggal kata-kata bijak dari seorang kakak, tutur seorang jurnalis yang kebetulan ketua organisasi jurnalis mengisahkan.

Minggu 2 September 2018 sekitar pukul 15.09, tim dokter RSCM Jakarta mengatakan secara medis Tahmidy Lasahido telah wafat/meninggal dunia.

Sontak, keluarga dan seluruh kerabat dekat dan teman-teman di Sulawesi Tengah tidak percaya dengan kabar itu. Selang beberapa menit kemudian, seluruh linimasa social media facebook dipenuhi ungkapan bela sungkawa dan doa kepada almarhum.

Seluruh keluarga, teman, kakak, adik, tak ketinggalan jurnalis Palu kehilangan orang yang sangat berarti bagi mereka.

DuniaPendidikan di Sultengsangat mengenal almarhum.Sebagai dosen yang selalu memperhatikan mahasiswanya saat masih mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pasca sarjana Universitas Tadulako (Untad) sampai dengan pensiun dini dan memilih jalur politik pada tahun 2015.

Selain itu, perpolitikan di Sulawesi Tengah, mengenal Tahmidy Lasahido sebagai ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Tengah, diantara rekan politikus maupun orang-orang dimana tempat mereka datangi, mengatakan Midy adalah sosok politikus yang santun.

Hanya kata ini yang terucap dari bibir keluarga, rekan pengajar, rekan politikus terlebih jurnalis ketika mendengar kabar kepergiannnya, “Selamat Jalan Orang Baik”.

Kini, tidak ada lagi orang yang akan diantar ke Masjid untuk sholat, ke ATM, ke warung untuk sekedar menemani beliau sebut para awak media yang keseharian berada di ‘markas’ rajawali 28.

Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Selamat jalan ka Midy aka Ebe…banyak hal yang tidak bisa kami lupa mengenaimu. kareba.id/2018

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: