Take a fresh look at your lifestyle.

KAMPANYE JAGA LINGKUNGAN DANAU KALIMPA’A

394

POSO, KAREBA.id | Devisi Lingkungan Yayasan Masangu Maroso (YMM) bekerjasama dengan Dokter Adventure, mengkampanyekan untuk bersama-sama menjaga keasrian dan kelestarian sekitar danau Kalimpa’a atau dikenal dengan sebutan danau Tambing, Sabtu 14 Januari 2017.

Danau Kalimpa’a yang terletak di desa Sedoa Kecamatan Lore Utara kabupaten Poso itu, merupakan satu-satunya danau yang berada di Taman Nasional Lore Lindu, sekitar 1700 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL) dan berjarak sekitar 80 Kilometer atau dapat ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan melalui darat dari Kota Palu.

PERINGATAN – Plang peringatan jangan membuang sampah sembarangan. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Kampanye melalui plang larangan (Peringatan) yang dipasang disekitar area perkemahan di danau merupakan bentuk sederhana YMM dan Dokter Adventure serta sejumlah pemerhati lingkungan untuk menjaga lingkungan alam sekitar danau Kalimpa’a.

Salah satu bentuk peringatan yang dibuat yakni larangan untuk membuang sampah baik berbentuk plastik maupun benda lain disekitar area perkemahan dan danau, karena saban akhir pekan sekitar 700 hingga 1000 an pengunjung dan para penikmat alam bebas selalu memadati tempat itu untuk sekedar bertamasya maupun berkemah.

KAMPANYE LINGKUNGAN – Yayasan Masangu Maroso (YMM), Dokter Adventure, H Nanang (pemerhati lingkungan) dan sejumlah relawan lingkungan memasang plang peringatan untuk menjaga kebersihan danau Kalimpa’a di area Taman Nasional Lore Lindu, di Sedoa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso, Sabtu 14 Januari 2017. Puluhan plang peringatan dipasang agar pengunjung yang setiap akhir pekan datang ketempat itu dapat menjaga kebersihan dan keasrian sekitar lokasi perkemahan dipinggiran danau Kalimpa’a. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

“Kami memasang papan peringatan untuk para penikmat alam bebas yang sering berkemah disekitar danau Kalimpa’a agar tetap menjaga kebersihan dan kelesetarian tempat itu,” ajak dr Nirwansyah pemilik Dokter Adventure, agen travel dan penyewaan alat outdoor di Palu.

Menurutnya, ratusan bahkan ribuan penunjung ketempat itu setiap pekannya sudah pasti akan meninggalkan sampah. Beberapa petugas Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) yang menjaga tempat itu tidak mungkin bisa mengurus semuanya. Makanya, setiap pengunjung diajak untuk lebih bijak setiap berada disana.

PERINGATAN – Papan peringatan jangan membuang sampah kedalam danau. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

“Minimal kita bisa mengumpulkan sampah sendiri atau menaruh ditempat yang sudah disediakan pengelola. Jangan sembarang membuang apalagi menaruh begitu saja sehingga beterbangan dan mengotori areal kemah maupun dalam danau,” tegasnya.

Senada dengan itu, Akin yang berasal dari Kota Palu yang berkemah bersama rekannya dari komunitas Honda Megapro Club Indonesia Chapter Palu mengatakan keprihatinannya dilokasi perkemahan sekitar danau Kalimpa’a. Sampah plastik sisa pengunjung dari berbagai kemasan makanan terkadang berserakah ditinggalkan pemiliknya. Padahal, pengelola sudah menyiapkan sejumlah tong sampah ditambah lagi beberapa kantong karung plastik di area perkemahan.

“Kemping boleh-boleh saja, tapi kita harus menjaga kebersihan dan kelestarian alam disekitar tempat itu biar kelak bisa juga dinikmati generasi setelah kita,” ujarnya menghimbau.

KAMPANYE LINGKUNGAN – Sejumlah pemerhati lingkungan dengan salah satu staf pengelola danau Kalimpa’a atau biasa disebut danau Tambing, Chika, memasang plang dipinggiran danau.PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Direktur YMM Zainuddin MN yang berada dilokasi tempat pemasangan plang peringatan itu membenarkan jika staf YMM bersama Dokter Adventure dan sejumlah pemerhati lingkungan seperti Anggota Legislatif Palu H Nanang, Chika salah satu staf pengelola di danau Kalimpa’a memasang sejumlah papan peringatan tentang larangan membuang sampah sembarangan di area perkemahan dan danau karena mengotori dan akan merusak habitat sekitar taman Nasional Lore Lindu.

“Membuang sampah sembarangan apalagi kedalam danau akan membuat lingkungan itu rusak dan lama kelamaan akan menjadi tempat penampungan sampah. Terus kemana lagi kita menikmati alam yang indah diketinggian dan hutan yang sejuk seperti danau Kalimpa’a ?,” urai Nanang.

Dia menambahkan, sangat bijak dan arif jika setiap pengunjung yang akan berkemah atau sekedar rekreasi bersama keluarga di danau Kalimpa’a bisa menjaga kebersihan dan alam disana biar tidak rusak. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: