Take a fresh look at your lifestyle.

KBF PERTAHANKAN TRADISI LELUHUR

383

KAMPUNG BARU, PALU-KAREBA.id | Pelaksanaan kegiatan tahunan Kampung Baru Fair (KBF) yang kedua yang digelar 1-3 July 2017, sukses menampilkan sejumlah kelompok dan komunitas senibudaya yang ada di Kota Palu, bahkan sejumlah artis ibukota juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

KBF merupakan konsep festival yang bertujuan mempertahankan tradisi yang telah dilakukan leluhur secara turun menurun. Lebaran Mandura yang dikenal dikalangan masyarakat Palu merupakan tradisi yang digelar 6 hari pasca lebaran Idul fitri, seperti halnya lebaran ketupat yang digelar masyarakat Gorontalo.

Mandura merupakan makanan khas lebaran masyarakat yang mendiami Lembah Palu dan sekitarnya,  yang terbuat dari beras ketan tiga warna, yakni Hitam, Putih dan Merah dan dibentuk potongan bulat memanjang dan dibungkus dengan daun Pisang hingga Tiga atau lebih bungkusan kemudian direbus selama beberapa jam.

Kegiatan yang digelar sejak 1 hingga 3 July dibagi menjadi tiga session yakni, malam pertama pertunjukan bernuansa relegi, malam kedua diisi dengan pertunjukan seni tradisi dan yang terakhir dikemas dalam pertunjukan musik urban yang diisi sejumlah musisi Palu dan ibukota, seperti Mohammad Ridho Hafiedz atau Ridho Slank, Zarro, Ipang Lazuardi yang dikenal sebagai vokalis BIP, Iyut Bing Slamet, Nelly Carey serta Rival MAN Himran yang merupakan salah satu penggagas iven itu.

Kampung Baru Fair yang dimulai dengan prosesi Lebaran Mandura di Masjid Jami Kampung Baru kemudian dilanjutkan seremony pembukaan di panggung utama yang berada dipertigaan antara jalan Hos Cokroaminto dan KH Agus Salim, diguyur hujan deras.

Meski cuaca begitu, Wakil walikota Palu Sigit Purnomo yang membuka acara itu, Asisten 1 Pemerintah Provinsi Arif Latjuba yang mewakili gubernur dan sejumlah pejabat, tetap hikmat mengikuti acara prosesi pembukaan tersebut. Penonton yang datang darisejumlah kelurahan juga tak kalah semangat menyaksiskan KBF yang kedua itu.

Panitia Pelaksana yang diketuai Risman, dalam sambutannya mengatakan jika KBF kedua ini lebih memprioritaskan masyarakat yang melakoni bisnis kuliner tradisional Kaili untuk mengisi sejumlah stand disepanjang jalan Cokroaminoto dan Agus Salim.

“Puas menikmati jajanan khas Kaili di Kampung Baru Fair,” ungkap salah satu pengunjung.

Pelaksana KBF 2017 melalui ketuanya berharap, kedepan pemerintah provinsi maupun Kota Palu dapat memberikan support agar kegiatan itu dapat lebih melibatkan sejumlah kelurahan sebagai tamu, baik mengisi stand-stand yang ada maupun sebagai komunitas mengisi panggung pertunjukkan.

“Semoga kedepan kegiatan ini semakin terasa makna ikatan silaturahminya sesama warga Kampung Baru serta seluruh masyrakat Kota Palu,” katanya. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: