Take a fresh look at your lifestyle.

KOALISI SIPIL AKAN KAWAL SELEKSI CALON KI

346

PALU, KAREBA.id |Koalisi Masyarakat Sipil menggelar dialog terbuka mengenai seleksi calon anggota Komisi Informasi Sulawesi Tengah. Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk dikawalnya sistem pengrekruitan anggota KI Sulteng periode mendatang, Jum’at malam 21 Oktober 2016.

Dialog yang digelar di venue Outdoor Radio Nebula Kompleks jalan Rajawali 28 Palu mengahadirkan sejumlah narasumber, seperti Sofyan Farid Lembah selaku Ketua Ombudsman Sulteng, Ridwan Lapasere dari kalangan Jurnalis serta WALHI dan dipandu moederator kondang Tasrief Siara yang juga praktisi Radio.

Menurut Sofyan Farid Lembah, dialog itu sangat penting digelar sebagai salah satu upaya mengawal keterbukaan informasi, apalagi saat ini sedang ada proses rekruitmen calon anggota KI Sulteng. Untuk mengindari ‘kejahatan’ administrasi, tim seleksi harus terbuka, jujur dan obyektif saat melaksanakan seleksi sesuai amanat pasal 30 ayat 2 tentang cara pelaksanaan rekruitmen seleksi anggota KI yang baru.

Ia menyanyangkan, dialog itu tidak diiukuti oleh sejumlah pihak yang terkait. “Harusnya beberapa pihak seperti komisi DPRD Sulteng yang membidangi KI dan pemprov bisa hadir disini,” terangnya.

Narasumber lain juga menekankan pentingnya keterbukaan bagi tim seleksi saat proses itu. Ridwan Lapasere dari kalangan Jurnalis dan Aris dari NGO mengoreksi tim seleksi yang sedang berjalan. Menurut mereka, mestinya informasi yang terkait dengan publik harus betul-betul dipublis agar diketahui baik melalui pengumuman selebaran, radio maupun media cetak dan elektronik. Sehingga, masyarakat dan publik mengetahui secara terbuka proses rekruitmen itu. “Beberapa tahapan itu ada yang keliru. Mestinya dilakukan perbaikan bukan terkesan dipaksakan seleksi itu” tegas Ridwan.

Ia mencotohkan, representasi komisi Informasi Pusat yang mendapatkan jatah satu orang melewati rekomendasi gubernur sebagai dan selaku kepala pemerintah daerah, lalu di kirim ke Jakarta 1 atau 2 nama dan ditetapkan melewati Pleno, tapi nyatanya tidak ada ditetapkan di Pleno, dan tiba-tiba saja sudah ada yang mewakili. “Saya pribadi tidak setuju dengan tahapan tahapan yang banyak kekeliruan didalam seleksi ini, saya meminta seleksi ini dibatalkan dan memperbaiki prosesnya,” pintanya.ANGGA PRATAMA/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: