Take a fresh look at your lifestyle.

Korban Meninggal Akibat Gempa Lombok Capai 548 Jiwa

Kemensos Sudah Memverifikasi

473

JAKARTA, KAREBA.ID |Tim Kementerian Sosial RI sedang melakukan verifikasi data korban meninggal akibat gempa 7,0 Skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu 19 Agutus 2018 malam.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat mengungkapkan, verifikasi sudah dimulai sejak 14 Agustus yang lalu, guna memastikan data ahli waris secara akurat.

Dari 481 jiwa korban meninggal di NTB, kata Harry, 471 jiwa sudah diverifikasi di Lombok Utara. Sebelumnya diketahui berdasarkan posko induk data yang meninggal di Lombok Utara sebanyak 404 jiwa.

“Bisa jadi di kabupaten lain jumlah yang meninggal bertambah,” tutur Harry, Senin 20 Agustus 2018.

Verifikasi akhir ditetapkan bersama Sesda, Pangdam, dan Kapolda. Dari Kemensos dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Sesditjen Linjamsos).

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir semua camat yang wilayahnya terdampak. Mereka membawa data terkini dilengkapi surat keterangan kematian dan kartu keluarga.

“Hal ini memudahkan proses pengesahan melalui SK Bupati yang akan ditetapkan hari ini, Senin 20 Agustus,” kata dia.

Proses verifikasi untuk data korban juga dilakukan di Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Timur.

Harry menyebutkan hingga Minggu malam, 19 Agustus 2018, korban meninggal terverifikasi di Kecamatan Kayangan 175 jiwa, Kecamatan Bayan 16 jiwa, Kecamatan Gangga 114 jiwa, Kecamatan Tanjung 86 jiwa, dan Kecamatan Pemenang 80 jiwa.

“Jika diperbaharui data korban meninggal menjadi 548 jiwa,” kata Harry.

Harry mengungkapkan Kementerian Sosial dalam menangani bencana gempa Lombok telah menerjunkan petugas dari pusat sebanyak 20 orang. Sementara, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari NTB telah dikerahkan 500 orang.

Menurut Harry, bencana gempa di NTB ini telah membuat panggilan kemanusiaan bagi Tagana dari berbagai provinsi. Sebanyak 12 provinsi ikut peduli dengan mengirimkan Tagana.

Sampai sekarang ada 633 Tagana yang bekerja untuk membantu dapur umum lapangan, evakuasi, layanan psikososial, distribusi bantuan, pencarian korban, verifikasi data korban dan ikut pembersihan puing-puing reruntuhan rumah bersama sama TNI, Basarnas, Kepolisian, dan para relawan kemanusiaan dari berbagai organisasi kemanusiaan.

Sedangkan, kata Harry, gempa susulan 7,0 SR pada Minggu malam, 19 Agustus 2018 membuat warga berhamburan keluar. Melalui jaringan komando per klaster Tagana, diketahui semua Tagana selamat.

Setelah gempa susulan reda, Tagana segera bergerak memberikan peringatan untuk perlindungan diri dan keluarga di berbagai pelosok sesuai area tugasnya, termasuk memberitahu gempa tidak berpotensi tsunami. Hingga kini belum dapat diketahui dampak kerusakan dari gempa yang berturut-turut ini. idntimes/kareba.id/2018

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: