Take a fresh look at your lifestyle.

KPP Palu Sosialisasikan Sistem Deteksi Dini Bencana

385

Palu, KAREBA. ID |  Penanganan korban gempa, tsunami dan liquifaksi 28 September 2018 dievaluasi sekaligus mensosialisasi sistem deteksi dini dalam coffee morningyang dilaksanakan pada Jumat 15 Maret 2019, di ruang rapat Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu.

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing perwakilan dari Instansi menyampaikan kendala ataupun masalah yang dihadapi saat musibah gempa, tsunami dan liquifaksi terjadi.

Edi Purwanto , Kasubag Organisasi Biro Hukum dan Kepegawaian Basarnas, mengatakan tugas pencarian dan pertolongan tidak mutlak adalah tugas Basarnas namun juga merupakan tugas bersama semua pihak.

Karena yang dihadapi dalam musibah itu adalah persoalan kemanusiaan,  maka yang menjadi fokus kita bagaimana akan memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.

Edi berharap semua pihak dapat memberikan masukan yang lebih efektik, lebih berdayaguna sehingga penanganan kecelakaan, bencana dan kondisi yang membahayakan manusia ini lebih baik lagi.

“Semoga pertemuan ini menghasilkan sebuah pemahaman yang sama. Artinya siapa berbuat apa, melakukan apa, kewenangannya dimana sehingga pada saat dilapangan orang tidak lagi berebut. Karena media massa saat ini, sudah lebih paham mencari obyek dan pihak terkait untuk di wawancarai. Dengan demikian apabila semua sudah mengetahui wewenangnya, tentu tidak akan berbicara yang bukan kewenangannya,’ kata Edi.

Pertemuan itu juga dibahas soal Sistem Deteksi Dini atau Local User Terminal (LUT) merupakan sistem compas-Sarsat yang dapat memproses signal marabahaya dari radio beacon yang terdeteksi oleh satelit Cospas-Sarsat (Indonesia Leolut & Meolut) yang bertujuan untuk memberikan informasi distress alert dan memberikan data lokasi.

Basrano, selaku Kepala Kantor KPP Palu juga mengatakan pelaksanaan sosialisasi seperti ini sangat penting sebagai wujud keseriusan pemerintah khususnya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan terutama wilayah Sulawesi Tengah dalam rangka memberikan respon cepat dalam setiap kecelakaan yang terjadi, baik pelayaran dan atau penerbangan, dimana Badan Nasional pencarian dan pertolongan saat ini makin berkembang dengan dibangunnya salah satu stasiun penerima sinyal di bumi yang dikenal Meo Lutdengan kecepatan kurang dari 1 menit sinyal distres yang dipancarkan oleh alat yang emergency yang terpasang di kapal (EPIRB), pesawat (PLB)serta pesonal (PLB).

“Olehny, kami berharap pada penyelenggara pelayaran maupun penerbangan agar dapat meregistrasi alat tersebut,’ pintanya.

Kegiatan itu dihadiri sekitar 30 orang dari Instansi yang berpotensi SAR diantaranya dari TNI/Polri, BMKG, Airnav, BPBD, PMI, Dinas Sosial, KSOP Pantoloan, KKP Palu dan juga media massa. humaskpppalu/kareba.id/2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: