Take a fresh look at your lifestyle.

Manfaatkan Dana Desa Dukung Eliminasi Schistosomiasis

268

Palu, KAREBA.ID | Schistosomiasis merupakan salah satu penyakit tropis terabaikan. Penyakit yang dikenal dengan demam keong ini hanya ditemukan endemis di 28 desa yang  tersebar  di dua  kabupaten  (Sigi dan Poso) di Provinsi Sulawesi Tengah.

Upaya pengendalian  penyakit  ini  telah berjalan setidaknya dalam 35 tahun terakhir, dan memberikan pembelajaran bahwa eradikasi penyakit  ini  harus  melalui pendekatan lintas sektor, secara serentak pada lokasi/desa-desa endemis tersebut.

Angka prevalensi schistosomiasis masih fluktuatif. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan target eradikasi schistosomiasis pada tahun 2024, tetapi tantangan pengendalian yang dihadapi masih kompleks dan harus melibatkan lintas sektor.

Olehnya Gubernur Sulteng melalui Asisten I (Satu)  Bidang Adm Pemerintahan dan Kesra, Ir.H. Moh. Faisal Mang, mengapresiasi Advokasi dan launchig (bada model) untuk pengendalian  schistosomiasis yang digagas balai  litbangkes  donggala.

Menurut Asisten I, pada tahun 2019 balai Litbangkes  telah melaksanakan implementasi  bada model oleh tim Balai Litbangkes Donggala bersama OPD terkait di Kabupaten Poso dan Pemerintah Kecamatan Lore Barat.

Kegiatan dilakukan antara lain pembuatan  peraturan desa (perdes) pengendalian demam keong, pengendalian fokus keong oncomelania hupensis lindoensis dengan pembentukan tim pengendali  schistosomiasis tingkat desa (team peda) dan gerakan masyarakat mandiri berantas schistosomiasis (gema beraksi) serta peningkatan kapasitas tentang schistosomiasis pada masyarakat melalui tokoh agama/adat (tim mobassa),  pada  lingkungan sekolah melalui guru (tim mepaturo) dan  pada tenaga kesehatan (puskesmas dan laboratorium).

“Implementasi  bada model tersebut menunjukkan  hasil yang efektif untuk pengendalian schistosomiasis   berbasis masyarakat,” kata Faisal Mang saat membuka  Advokasi dan Launching penyusunan formulasi rekomendasi kebijakan pengendalian schistosomiasis dengan “Bada Model” di Sulawesi Tengah di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis, 21 November 2019.

Dalam rangka pengendalian schistosomiasis menuju eradikasi dibawah 0%,  Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah telah membentuk tim terpadu  pengendalian schistosomiasis  (TTPS)   dengan  nomor : 440/271/bappeda-g.st/2017  tentang  tim terpadu pengendalian schistosomiasis provinsi sulawesi tengah tahun 2016-2021 yang terdiri dari  unsur  Provinsi  Sulawesi  Tengah, Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi, Kecamatan/desa se-daratan Napu, Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso dan Kecamatan/desa se-daratan Lindu Kabupaten Sigi.

Asisten  mengharapkan agar bada model diterapkan di desa-desa  lain  yang  ada   schistosomiasis  serta memanfaatkan dana desa untuk mendukung  eliminasi  schistosomiasis.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawsi Tengah Reni Lamadjido mengatakan upaya eleminasi penyakit terabaikan termasuk penyakit schistosomiasis menjadi salah satu prioritas RPJMN 2015-2019.

Kadis Kesehatan berharap seruh pemangku kepentingan untuk bekerjasama secara terus menerus untuk mengeleminasi penyakit schistosomiasis. biirohumasprotokolpemprovsulteng/kareba.id/2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: