Take a fresh look at your lifestyle.

MASKAPAI INI, PAKAI BAHAN BAKAR PESAWAT DARI LIMBAH HUTAN

472

SEATTLE, KAREBA.id | Alaska Airlines, maskapai penerbangan asal AS, menjadi pionir penggunaan bahan bakar terbarukan.

Pasalnya, salah satu pesawat jet komersial yang dioperasikannya menggunakan bahan bakar terbarukan yang berasal dari limbah hutan.

Menurut pihak Alaska Airlines, bahan bakar tersebut terbuat dari batang dan cabang pohon yang ditinggalkan setelah proses panen di hutan yang dikelola.

Maskapai tersebut mengukuhkan diri sebagai maskapai penerbangan komersial pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar alternatif terbuat dari limbah hutan.

Mengutip CNBC, penerbangan perdana pesawat berbahan bakar limbah hutan tersebut dilakukan pada Senin 14 November 2016 lalu dari Seattle-Tacoma International Airport dan Reagan National Airport menuju Washington DC.

Menurut pihak Alaska Airlines, pesawat tersebut menggunakan 20 persen bahan bakar aviasi terbarukan. Bahan bakar tersebut dikembangkan oleh Northwest Advanced Renewables Alliance (NARA) yang dipimpin oleh para peneliti dari Washington State University.

Menurut SVP Communications and External Relations Alaska Airlines Joe Sprague, penggunaan avtur dari limbah hutan adalah langkah penting dalam upaya Alaska Airlines dalam mempromosikan bahan bakar bio yang berkelanjutan.

“Ini sangat menarik karena bahan bakar ini secara unik berasal dari limbah hutan di kawasan Barat Laut Pasifik Amerika. Pencapaian NARA dan investasi Departemen Pertanian AS menjadi kunci dalam membantu Alaska Airlines dan industri penerbangan dalam mengurangi jejak karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil,” ujar Sprague.

Pihak Alaska Airlinws menyatakan jika seluruh armadanya berganti 20 persen dari total pasokan bahan bakar di Seattle-Tacoma, maka emisi rumah kaca akan terpangkas setidaknya 142.000 metrik ton karbon dioksida.

Ini setara dengan menghilangkan 30.000 kendaraan penumpang dari jalan raya selama setahun penuh.

Pengumuman Alaska Airlines tersebut muncul setelah persetujuan kalangan industri penerbangan internasional untuk mengendalikan emisi karbon dioksida.

Persetujuan tersebut dicapai pada Pertemuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional ke-39 di Montreal, Kanada. 191 negara setuju untuk melakukan pengukuran berdasarkan pasar global guna mengendalikan emisi karbon dioksida dari penerbangan.CNBC/KPS/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: