Take a fresh look at your lifestyle.

Masyarakat se Kecamatan Tawaeli Silaturahmi Dengan Wali Kota Palu

Bahas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pasca Bencana

612

Palu, KAREBA. ID | Pemerintah Kota Palu bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta masyarakat se Kecamatan Tawaeli di kelurahan Baiya, Rabu malam, 20 November 2019. Wali Kota Palu Drs Hidayat MSi menghadiri langsung silaturahmi yang telah lama direncanakan masyarakat tersebut.

Pertemuan itu akhirnya bisa terlaksana karena menyesuaikan waktu Wali Kota yang belakangan  disibukan dengan kegiatan asistensi anggaran 2020 dan banyaknya melakukan koordinasi persoalan percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di Kota Palu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pak Kadir serta masyarakat Tawaeli yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ini sudah lama direncanakan, namun alhamdulillah baru terlaksana,karena kemarin selama 30 hari kami sedang mengasistensi langsung rencana anggaran tahun 2020,” jelas Hidayat.

Menurutnya, visi misi pembangunan kota Palu tahun 2016-2021 yakni ‘Palu Kota Jasa Berbudaya dan Beradat Dilandasi Iman dan Taqwa’ terinspirasi dari ucapan Presiden RI pertama yakni Ir.Soekarno saat berkunjung ke kota Palu saat itu. Dimana, kata Bung Karno bahwa kota Palu dilihat dari udara seperti rangkaian mutiara di Khatulistiwa.

“Itulah perkataan Bung Karno yang kita maknai sehingga menjadi visi misi pembangunan kota Palu saat ini,” lanjutnya.

Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat se kecamatan Tawaeli bersilaturahmi dengan Pemerintah Kota Palu yang dihadiri langsung Wali Kota Drs Hidayat, MSi. photo: humaspemkotpalu untuk kareba.id/2019

Wali kota menyatakan bahwa ada rangkaian kehidupan masyarakat Kaili yang menjunjung tinggi nilai nilai toleransi, kekeluargaan, dan kegotongroyongan. Ketiga nilai itulah, katanya yang dianggap hilang sehingga rawan terjadi perkelahian antar kelurahan seperti beberapa tahun lalu.

“Olehnya kami ingin menumbuhkan kembali nilai-nilai tersebut ditengah kehidupan masyarakat kita dan membentuk lembaga-lembaga adat disetiap kelurahan untuk menjaga ketiga nilai tadi,” jelasnya. Hidayat menginginkan agar masyarakat menjaga ketentraman, kedamaian, bahkan keamanan dalam menghadapi pesta demokrasi Pilkada tahun 2020.

“Jangan sampai kehidupan kita yang sudah mulai aman, tentram, dan damai justru hilang karena Pilkada mendatang,” imbaunya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga wali kota menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi tahun lalu.

Dia mengatakan bahwa saat ini sudah ada dana stimulan yang diberikan oleh pemerintah pusat sekitar 800 Miliar lebih. Dana tersebut, katanya akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan.

Namun dia menambahkan, ada sedikit kendala terutama terkait data penerima bantuan tersebut. Dimana BPBD kota Palu dianggap tidak menggunakan data yang sudah dikumpul sejak awal sehingga ada data yang cacat,  bahkan sekitar 8.000 lebih data yang belum masuk sebagai penerima dana stimulan.

“Maka dari itu, kemarin saya langsung non aktifkan kepala bidang di BPBD yang mengurusi itu. Bayangkan saja ada 8.000 lebih data belum masuk,” katanya menjelaskan.

Ia juga memohon agar para lurah segera memastikan kepemilikan bangunan, jangan sampai ada pungut pungutan dalam membuat SKPT-nya dan segera lengkapi surat-suratnya. Jika sudah, katanya segera berkoordinasi dengan BPN.

“Saya minta diproses segera dan para lurah dan camat fokus disitu usahakan bagaimana caranya,” pesannya.olagondronk/kareba.id/2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: