Take a fresh look at your lifestyle.

MASYARAKAT SULTENG SIAP JAGA BHINEKA TUNGGAL IKA

414

PALU, KAREBA.id | Komando Resort Militer (Korem) 132 Tadulako bekerjasama dengan Polda Sulteng dan pemerintah Daerah menggagas Apel Nusantara Bersatu yang digelar di Anjungan Nusantara teluk Palu, Rabu 30 November 2016. Ribuan masyarakat Sulawesi Tengah yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, mahasiswa dan pelajar siap menjaga Bhineka Tunggala Ika di bumi Tadulako.

Ribuan orang dengan menggunakan ikat kepala Merah Putih memenuhi tempat pelaksanaan apel tersebut. Mereka dengan penuh semangat menyayikan lagu Indonesia Raya pertanda kegiatan itu mulai dilaksanakan, disusul kemudian dengan pembacaan doa yang dipandu oleh lintas pemuka agama.

Sejumlah pejabat bergantian orasi tentang ke bhinekaan diatas panggung. Orator menyampaikan pentingnya seluruh lapisan masyarakat menjaga kedamaian dan toleransi.

Walikota Palu Drs Hidayat Msi dengan tegas dan lantang menyerukan masyarakat untuk saling menjaga toleransi dan nilai-nilai perbedaan. Dia mengajak untuk mengedepankan saling menghargai perbedaan, menjunjung tinggi keyakinan masing-masing untuk mempererat tali persaudaraan.

“tidak ada alasan lagi kita untuk saling bercerai berai apalagi bentrok seperti lalu, kita jungjung nilai kebudayaan,” tegas Hidayat.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi mewakili institusi TNI/Polri juga menyampaikan orasinya. Jendral bintang satu itu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ssaling menjaga keamanan di Sulteng.

Pihaknya bersama dengan seluruh aparat keamanan didaerah ini, Baik TNI maupun Polri akan menjadi orang-orang terdepan dalam menjaga keamanan bumi Tadulako.

Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Zainal Abidin yang menutup orasi itu yang mengatakan bahwa kehadiran agama adalah untuk pemersatu dan menjalin kebersamaan, bukan sebaliknya untuk bertikai.”biarlah kita masing-masing berdoa dengan cara kita sendiri, biarlah nama Tuhan disebut dengan nama masing-masing, karena sesungguhnya yang kita cari adalah Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Diakhir apel Akbar Nusantara Bersatu, penampilan tari kesenian dari berbagai Suku maupun Etnis juga menjadi pertunjukan dan tontonan menarik ribuan peserta apel akbar tersebut. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: