Take a fresh look at your lifestyle.

MERASA DITIPU, WARGA KAYUMALUE NGAPA PERTANYAKAN RSTLH

231

PALU, KAREBA.id Program Pemerintah Kota Palu tahun anggaran 2015 melaui Dinas Sosial bertajuk bantuan Rumah Sosial Tidak Layak Huni (RSTLH) menuai masalah. Pasalnya, masyarakat merasa ditipu oleh program itu karena tidak sesuai permintaan dan harapan.

Sesuai kesepakatan dengan dinas terkait mengenai bantuan tersebut, setiap Kepala Keluarga (KK) mendapat bantuan senilai Rp.7 Juta dan dipotong pajak sebesar 11 persen sehingga menjadi Rp. 6.190.000/kk dalam bentuk barang bangunan.

“Barang tidak sesuai jumlah yang dipesan dan yang datang, dan lebih aneh lagi tiba-tiba ada pemeriksa dari BPK menyodorkan kami kwintansi yang kami tandatangani, kami hanya menandatangani Berita Acara, kami tidak pernah tau tentang kwintansi, kami merasa sudah ditipu, dinas harus bertanggungjawab” tegas Huzaifah (36) kepada sejumlah wartawan merasa telah di ‘tipu’ dengan modus itu.

Huzaifah menambahkan, dia bersama puluhan masyarakat dari Kelurahan Kayumalue Ngapa telah mendatangi Obusdman untuk menyampaikan masalah ini.

Ia menceritakan, sekitar bulan Juni 2015 ia mendapatkan bantuan dari Dinsos Palu berupa barang senilai Rp. 6.190.000 dan akan dibayarkan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat masing-masing penerima dan diperbolehkan untuk membeli sendiri di toko sesuai keinginan masyarakat.

Kemudian, pada Desember 2015 pengucuran dana bantuan tersebut mulai dibayarkan, akan tetapi tidak sesuai RAB dan langsung diterima masyarakat berupa barang. Ia mencontohkan, permintaan Batako 1600 buah tapi yang diberi 1000 buah, permintaan Seng 100 yang ada hanya 40, kalau dijumlah tidak mencapai jumlahnya sesuai besarnya bantuan yang di berita acara penerimaan (BAP) barang.

“Katanya nanti diserahkan uang sesuai RAB itu, tapi ternyata tidak. Lebih parah lagi, barang yang diserahkan tidak sesuai jumlah yang tertera di BAP tapi kami disuruh terima saja dan dijanjikan akan diganti kekurangannya. Tetapi sampai saat ini tidak ada realisasi,” sebut Huzaifah.

Warga lain mengiyakan peristiwa itu, Maston yang juga warga Kayumalue Ngapa mengatakan nasib serupa juga dialaminya. Ia mendapat bantuan sesuai RAB yakni 62 lembar Seng tapi yang diserahkan 45 lembar, 1 Kubik balok 5×7 tapi yang diberi hanya 10 batang, permintaan 1 truk pasir yang ada 1 bak Suzuki Carry ampas pasir. “Bantuannya tidak sesuai yang diminta dan tertuang di RAB,’ katanya.

Sebelumnya, Dinas Sosial Kota Palu tahun anggaran 2015 yang saat itu dijabat Deni Taufan Pontoh mengucurkan bantuan sebesar Rp. 7.000.000 per Kepala Keluarga dan dipotong pajak sebesar 11 persen, namun belakangan menuai protes oleh masyarakat penerima bantuan karena disinyalir terselubung modus ‘penipuan’ melalui kwintansi. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: