Take a fresh look at your lifestyle.

DARI MUSISI LOKAL MENUJU MUSISI DUNIA

328

LERE, PALU-KAREBA.id | Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia menggelar Wrockshop yang diikuti sekitar 150 orang musisi dan penyelenggara iven yang dibagi menjadi dua kelas dan menempati ruang yang berbeda, Kamis hingga Sabtu 13-15 Juli 2017 akhir pekan lalu di Mercure Hotel Palu.

Narasumber dikelas dengan bertajuk Promosi dan Produksi Musik Indonesia di Era Digital diisi dengan sejumlah musisi papan atas dan mempunyai pengalaman dibidangnya. Sebut saja, Indra Qadarsi Yudo atau yang saat ini dikenal sebagai Indra BIP, John Paul Ivan yang pernah menjadi gitaris grup band Boomerang, Yuke Sampurna pemain bass di band Dewa 19 dan Agus Teguh Prakoso Andarusman atau lebih dikenal Sandi penabuh PAS Band.

Indra menyebutkan dalam sesinya, jika memilih peralatan saat bermusik tak perlu harganya mahal dan bermerk. Namun yang utama bisa nyaman dipakai dan bisa menghasilkan karya yang baik.

Dia juga menyebutkan, dalam meramu sebuah karya, harus mengutamakan rasa dalam dalam menghasilkan karya yang baik.

John Paul Ivan (JPI) mantan gitaris Boomerang saat Wrockshop mengenai produksi musik di era digital yang digelar Badan ekonomi Kreatif RI selama 3 hari di Palu. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Pemateri kedua John Ivan Paul (JPI), mantan pemain gitar Boemerang Band memberikan tips bermain gitar dan memilih perangkat pendukungnya dalam sebuah pertunjukkan.

JPI menjelaskan jika memilih alat pendukung dalam bermain gitar seperti ampli dan sebagainya. Ampli AVT (All Valve Tube) yang menggunakan tabung hampa sebagai pengantar suaranya dan Solid State misalnya, digunakan pada tempat dan pertunjukan yang sesuai.

Menurutnya, memilih peralatan tersebut tak harus mahal seperti ampli type AVT, tetapi lebih mengedepankan kebutuhan dalam sebuah pertunjukan.

“yang penting nyaman didengar,” katanya.

Yuke pemain Bass pada band DEWA 19 saat Wrockshop mengenai produksi musik di era digital yang digelar Badan ekonomi Kreatif RI selama 3 hari di Palu. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Setelah materi gitar JPI sekaligus menunjukan kebolehannya melantunkan nada, pemateri Ketiga Yuke Basis Dewa 19 juga menjelaskan mengenai tips memilih gitar bass dan perangkat pendukungnya.

Tak beda dengan pemateri lainnya, Yuke memberikan tips memilih gitar bass yang sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

Agus Teguh Prakoso Andarusman atau Sandi PAS Band saat Wrockshop mengenai produksi musik di era digital yang digelar Badan ekonomi Kreatif RI selama 3 hari di Palu. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Pada sesi Produksi Musik Di Era Digital, Sandi Pas Band yang piawai bermain drum menunjukan kepada peserta wrockshop memilih peralatan dan metode menabuh drum.

Keempat narsumber itu, mengatakan jika ingin menjadi musisi besar tak harus ke Jakarta dan mendapat gelar artis. Namun, memperkuat karya musik lokal dan memanajemen dengan baik, akan melahirkan musisi-musisi berkelas dunia dan bahkan bisa mengalahkan ketenaran artis.

“Jangan tinnggalkan musik lokal. Besarkan musik lokal kita sehingga bisa mendunia,” kata mereka di penghujung wrockshop. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: