Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkot Palu Alokasikan 39 Persen APBD Untuk Pendidikan

Hari Ini, Walikota Resmikan SDN Lasoani

144

Palu, KAREBA. ID | Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si meresmikan gedung SDN Lasoani secara simbolis, Selasa, 15 September 2020.Sekolah yang merupakan bantuan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) tersebut segera digunakan.

Peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali kota Hidayat didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu, Ansyar Sutiadi bersama para perwakilan WVI dan pihak SDN Lasoani.

Walikota Palu Drs Hidayat, MSi menggunting pita tanda diresmikannya Sekolah Dasar (SD) Lasoani, Selasa 15 September 2020. Sekolah tersebut merupakan bantuan Wahana Visi Indonesia. photo: humaspemkotpalu/kareba.id/2020

Hidayat menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas nama Pemerintah dan masyarakat kota Palu kepada pihak WVI yang terus berkontribusi membantu sejak bencana Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi 28 September dua tahun silam.

“WVI juga beberapa kali ketemu dengan saya untuk mengabdikan diri memberikan bantuan kepada kita. Semoga WVI terus mengabdi kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” katanya.

Walikota berharap kepala sekolah dan seluruh jajaran SDN Lasoani dapat memanfaatkan dengan baik gedung sekolah tahan gempa bantuan tersebut yang kurang lebih berjumlah 9 ruangan.

Pada kesempatan itu juga, Walikota Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya sejak 2017 lalu telah menaruh perhatian lebih dibidang pendidikan, ini terbukti dari alokasi anggaran pendidikan hingga 39 persen dari APBD Kota Palu.

“Seharusnya anggaran pendidikan sesuai amanat undang-undang itu 20 persen. Namun kita anggarkan lebih dari itu, karena biaya pendidikan di Palu ini sangat mahal, sehingga jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah,” urainya.

Dia juga mengimbau kepada semua sekolah dasar dan tingkat pertama untuk tidak ada praktek  pungutan di sekolah.Karena,  hampir semua kebutuhan sekolah saat ini diupayakan untuk dipenuhi, baik uang bangku, les-les, bahkan fasilitas komputer.

“Saya minta maaf kepada seluruh pengajar dan kepala sekolah. Kita tidak mau ada lagi pungutan-pungutan di sekolah. Tidak ada tujuan lain kecuali bagaimana anak-anak kita bisa sekolah,” lanjutnya.

Diujung sambutannya, Walikota meminta agar menjaga betul protokol kesehatan yang ada di sekolah apabila pendidikan nantinya sudah dilaksanakan dengan tatap muka secara langsung.

“Kita jaga betul. Jangan sampai ada guru yang dari luar daerah yang tinggi angka covidnya langsung mengajar dihadapan anak-anak. Jaga betul, InsyaAllah kita berdoa Palu ini aman, karena melihat model penanganan covid kita yang betul-betul ketat,” tegasnya.olagondronk/kareba.id/2020

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: