Take a fresh look at your lifestyle.

PERAWAT HONORER DI SULTENG MINTA DISEJAHTERAKAN !

285

BESUSU, PALU-KAREBA.id | Ratusan perawat honorer dari sejumlah rumah sakit di Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Ikatan Perawat Honorer Indonesia (IPHI) mendatangi wakil mereka di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng di jalan Ratulangi kompleks perkantoran, Jum’at 7 Juli 2017 pagi.

Perawat honorer yang berasal dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulteng itu berkisar 1000 orang dengan menggunakan pakaian komplit seperti saat bekerja sehari-hari yakni berwarna Putih dan memakai pengikat kepala berwarna Merah yang bertuliskan perawat dari masing-masing daerah seperti Kota Palu, Sigi dan sebagainya.

ASN HARGA MATI- Ikatan Perawat Honorer Indonesia (IPHI) Sulteng menuntut kepada pemerintah pusat untuk mengangkat mereka menjadi ASN pada revisi UU ASN No. 5 tahun 2014. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Mereka mendatangi wakilnya di legislative untuk menyampaikan keluhan terkait minimnya honor bulanan yang mereka terima sesuai daerah masing-masing dan tidak adanya kepedulian pemerintah terhadap kesejahteran mereka, seperti tidak adanya jaminan kesehatan seperti layaknya pekerja lainnya, padahal mereka tenaga kesehatan yang setiap harinya bergelut dengan resiko pekerjaan yang besar.

“Kami setiap saat bersentuhan dengan banyaknya pekerjaan kemanusiaan tapi kami tidak diberi jaminan kesehatan,” tegas Maskur, Amd. Kep disela-sela aksi mereka depan gedung DPRD Sulteng.

Menurutnya, pekerjaan sebagai tenaga perawat honorer di sejumlah rumah sakit pemerintah bukan dikeluhkan, namun pihaknya menerima honorer sebagi pekerja jauh dari standar upah yang layak. pihaknya saat ini menerima honorarium bervariasi tergantung pemerintah daerahnya. Ada yang menerima Rp 1.000.000 an per bulan, ada yang hanya mendapatkan Rp.600.000, bahkan ada yang di rumah sakit pemerintah hanya diberi honorarium sebesar Rp. 300.000 per bulannya.

“Kami bekerja dengan penuh tulus ditengah-tengah zat berbahaya dan beresiko tinggi, tapi upah kami belum layak. Makanya kami minta upah yang diberi selayaknya dengan resiko dan pekerjaan kami,” pintanya kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang disahuti ratusan rekannya.

Tenaga honorer perawat yang tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Sulteng berjumlah sekitar 2.800 orang itu telah terdata dalam wadah perjuagan mereka yakni IPHI Sulteng.

Sejumlah perwakilan aksi yang berorasi, meminta pemerintah pusat untuk memberikan mereka kepastian status dari tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam revisi UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN.

TANPA JAMINAN KESEHATAN- Sekitar 2.800 orang tenaga perawat honorer dari berbagai rumah sakit menuntut kesejahteraan termasuk jaminan kesehatan. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

“Kami juga berharap besar agar pemerintah pusat mengangkat kami para perawat honorerr yang ada di suluruh daerah di Indonesia bisa menjadi ASN seperti rekan-rekan kami yang juga honorer lain,” tambah Maskur yang didamping Sekretarsinya Moh. Iksan, Amd. Kep usai diterima Komisi 4 bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Sulteng.

Sementara salah anggota Komisi 4 yang menerima perwakilan pengunjuk rasa, Arena JR Parampasi, SH. MH dari partai Gerindra sangat mengapresiasi sekitar 6 tuntutan pengunjuk rasa tersebut.

Menurutnya, ia dengan sejumlah anggota dan tentunya komisi 4 yang membidangi kesehatan akan segera menindak lanjuti pertemuan dengan perwakilan massa aksi itu.

“Saya pribadi dan seluruh anggota komisi 4 sangat mengapresiasi dan mendukung tuntutan mereka. Kami akan segera menindak lanjuti dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Arena Parampasi yang juga ketua DPC Gerindra Kota Palu itu.

Ditambahkannya, dia juga mendukung jika pemerintah pusat merivisi UU ASN yang menjadikan tenaga perawat honorer, Bidan PTT, tenaga kontrak, penyuluh kesehatan, pertanian, perkebunan maupun tenaga tetap non PNS menjadi ASN yang saat ini lagi dibahas ditingkat DPR RI. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: