Take a fresh look at your lifestyle.

PERINGATI HARI AIDS SEDUNIA, MENKES AJAK PERANGI HIV-AIDS TANPA DISKRIMINASI ODHA

335

SURABAYA, KAREBA.id | Jumlah orang dengan HIV-AIDS di Indonesia dalam kurun waktu 8 tahun mencapai lebih dari 209.000 orang. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta semua elemen masyarakat, untuk bersama-sama memeranginya.

“Semua ini kita perangi bersama-sama. Nggak mungkin hanya pak gubernur, bupati, wali kota, atau kami dari pusat, kalau tidak bersama-sama,” kata Nila F Moeloek di sela menghadiri puncak peringatan Hari AIDS sedunia 2016 di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (1/12/2016).

Ia menerangkan, AIDS dimulai dari HIV. Pihaknya akan terus melakukan penjaringan terhadap orang dengan HIV. Penjaringan ini penting agar yang bersangkutan tidak jatuh ke AIDS. Sebab ketika sudah terkena AIDS, maka kondisinya bisa jadi mematikan.

“Artinya, jangan sampai mematikan. HIV ini kebetulan bisa dites,” tutur Nila sambil menambahkan, saat ini sudah ada obat buatan dari Indonesia, yang harganya terjangkau.

Dia menegaskan tidak mudah memerangi HIV AIDS di era seperti sekarang ini. Banyak penyebabnya seseorang jadi terkena HIV-AIDS, misalnya perilaku seks bebas dan penggunaan jarum suntik untuk napza secara bergantian.

“Tapi dengan mobilisasi yang begitu tinggi, apakah kita bisa menahan ini. Ini memang PR (pekerjaan rumah) kita cukup berat,” tandas Nila.

Pemerintah, imbuhnya, tidak mendiskriminasi orang dengan HIV-AIDS. Karena itu diharapkan di lingkungan masyarakat tidak ada stigmatisasi pada ODHA.

“Tidak ada lagi diskriminasi. Tadi Anda lihat, mereka ODHA kami rangkul. Jadi justru kita ingin mereka punya suara ke masyarakat, agar tidak terkena dengan HIV-AIDS. ODHA juga harus membantu kami untuk mengatakan tidak pada HIV,” imbuh Nila.

Puncak peringatan Hari AIDS sedunia 2016 di Grahadi, Surabaya ini mengambil tema ‘Mari kita berubah. Masa depan gemilang tanpa penularan HIV’. Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur beserta istri, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Kapolda Jawa Timur, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Panglima Daerah Militer V Brawijaya, pejabat TNI, Polri serta prajurit TNI, Polri dan pegawai negeri sipil.DTK/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: