Take a fresh look at your lifestyle.

POLRES PALU KALAH DI PRAPERADILAN KASUS PENGANIAYAAN MAHASISWA

414

PALU, KAREBA.id | Kepolisian Resor (Polres) Palu kalah dalam persidangan Praperadilan kasus dugaan penganiayaan salah seorang mahasiswa Kedokteran Universitas Tadulako, yang ditangkap karena diduga menghalangi petugas saat menangkap pelaku pencurian motor.

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Palu M. NUR Ibrahim mengabulkan sebagian permohonan Alfredo Rocky Bardavalora Salama alias Rocky dan Crishthoporus George Robtorbryan alias Jos kepada Polres Palu.

Hakim menyatakan termohon telah melakukan tindakan hukum yang inprosedural dan tidak sah dalam menyidik perkara yang dituduhkan kepada pemohon. Penangkapan dan penetapan kepada pemohon adalah tidak sah.

Sidang yang diikuti oleh kedua belah pihak, masing-masing pemohon diwakili kuasa hukumnya, Muslimin Budiman, Sujarwadi dan Mohamad Ridwan. Sementara termohon yakni Polres Palu diwakili Iptu Hamka.

Dengan demikian, Hakim PN Palu menghukum termohon untuk segera membebaskan para pemohon dari segala tuduhan tanpa syarat apapun, dan termohon harus membayar ganti rugi sebesar Rp. 2,5 Juta secara tunai kepada pemohon. Keputusan itu, jauh berbeda dari tuntuntan kuasa hukum pemohon yakni meminta majelis hakim menghukum termohon dengan ganti rugi sebesar Rp. 500 Juta secara tunai dan seketika karena menganggap pasal 213, 212 dan 221 KUHP yang dijadikan termohon menetapkan kliennya merupakan tuntutan yang Prematur.

Kuasa hukum pemohon juga menilai, penetapan kliennya oleh termohon tidak didukung oleh adanya dua alat bukti yang sah sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 21/PUU-XII/2014.

Kuasa Hukum termohon dalam hal ini Polres Palu atas keputusan itu menyatakan masih berpikir-pikir. ENHAL LOISA/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: