Take a fresh look at your lifestyle.

Pulau Lingayan Akan Dijadikan Destinasi Wisata Bahari

522

Pulau Lingayan, Tolitoli- KAREBA. ID | Pemerintah Kabupaten Tolitoli akan menjadikan Pulau Lingayan yang terletak didesa Ogotua kecamatan Dampal Utara, sebagai destinasi wisata bahari.

Demikian Bupati Tolitoli H. Mohammad Saleh Bantilan mengatakan dalam sambutannya saat perayaan hari jadi Kabupaten ‘Cengkeh’ Tolitoli baru-baru ini, di pantai Gaukan Bantilan sekaligus menandatangani prasasti Desa Wisata Pulau Lingayan yang mendapat bantuan pembangunan sarana dan prasana dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) Republik Indonesia melalui Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar (PDPKT), Ditjen Pembangunan Daerah Tertentu (PDTu).

Direktur, Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar (PDPKT), Ditjen Pembangunan Daerah Tertentu (PDTu) Hasrul Edyar, Kepala Dinas Pariwisata Tolitoli Moh. Nasir Dg. Marumu dan Kepala Dusun Lingayan menabuh Rebana pertanda Cottage di Pulau Lingayan resmi dioperasikan, Jum’at 7 Desember 2018. photo olagondronk/2018

Kabupaten Tolitoli tepatnya didusun Pulau Lingayan desa Ogotua kecamatan Dampal Utara, saat ini telah berdiri sejumlah Cottagesebagai salah satu penunjang dijadikannya daerah tersebut sebagai destinasi wisata bahari.

Selain itu,  pulau yang memiliki luas sekitar 122, 55 Ha akan terus dikembangkan segi fasilitas dan promosi dengan menggandeng pihak ketiga.

Kepala dinas Pariwisata Tolitoli Moh. Nasir Dg. Marumu mengatakan, pihaknya akan mengelola sebaik-baiknya sarana yang diberikan oleh Kemendes PDTT guna kepentingan pariwisata bahari disana.

Sarana itu, nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lingayan dan dikoordinir oleh pihaknya.

“Kami bersyukur ada bantuan dari Kemendes untuk pembangunan sarana dan prasarana di pulau Lingayan ini. Tentunya, BUMDes yang menjadi ujung tombak pengelolaan daerah wisata ini dan akan menjadi destinasi yang akan memberikan nilai tambah kepada daerah,” urainya.

Sejumlah penari Moduai dari sanggar binaan Dinas Pariwisata Tolitoli menyambut tamu saat pengresmian sarana dan prasarana di pulau Lingayan, Kamis 7 Desember 2018. photo olagondronk/2018

Pulau Lingayan yang sempat diakui oleh negara lain menjadi wilayah hukumnya merupakan salah satu pulau terluar yang ada di kabupaten Tolitoli.

Kabupaten penghasil Cengkeh terbesar di Sulawesi Tengah tersebut, merupakan daerah persinggahan kapal Layar maupun kapal Pesiar dari Australia dan sejumlah negara tetangga.

Direktur Lokaswara, Franki Raden yang selama ini konsern disejumlah daerah dalam membantu jaringan Wisatawan Mancanegara (Wisman) maupun Wisatawan Nusantara (Wisnus) dalam berbagai produk festival budaya, sangat mengapresiasi upaya yang yang dilakukan pemerintah pusat melalui sejumlah kementrian, seperti Kementrian Pariwisata (Kemenpar), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kemenetrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kemendes PDTT dan sejumlah kementrian dalam memberdayakan daerah terpencil di kepulauan dan dan pemberdayaan masyarakat kesenian serta kebudayaan.

“Saya sangat mendukung upaya yang terus digalakan pemerintah pusat maupun daerah dalam mengembangkan daerah wisata dan melestarikan kesenian serta kebuadayaan yang merupakan kekayaan nusantara yang tidak dimilik negara lain,” katanya.

Upaya pemerintah pusat dan daerah dalam mengeksplorasi daerah tujuan wisata yang baru seperti pengembangan wisata bahari pulau Lingayan, menurut Direktur sejumlah festival Internasional ini, adalah salah satu gerakan membantu tumbuh kembangnya ekonomi masyarakat khusunya daerah-daerah terpencil.

“Pulau Lingayan masih ‘Perawan’ yang baik untuk dijadikan destinasi wisata bahari. Masyarakat disini juga sangat ramah kepada orang baru yang masuk kepulau ini,” ujarnya. olagondronk/kareba.id/2018

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: