Take a fresh look at your lifestyle.

SALAH TANGKAP, MAHASISWA BONYOK DIPUKUL POLISI

445

PALU, KAREBA.id – Apes dialami Advedoroky (23), mahasiswa kedokteran Universitas Tadulako, mukanya bonyok dan penuh lebam karena dianiaya sekelompok anggota polisi karena ia diduga pencuri yang sementara mereka kejar.

Nicolau Salam orang tua korban menceritakan kronologis sehingga anaknya menjadi orban kebrutalan aparat kepolisian. Rabu (12/10/2016) dinihari, sejumlah anggota polisi sedang mengejar pelaku pencurian di Jalan Woodward, yang kebetulan saat itu anaknya bersama teman-temannya sedang duduk berbincang-bincang di pinggir jalan. Saat itu pelaku curanmor yang dikejar tersebut terjatuh dan dihakimi massa. Oleh Advedoroky yang kebetulan berada di lokasi kejadian mengamankan si pencuri agar tidak dihakimi warga untuk diserahkan ke polisi.

“Saat itu polisi tidak langsung menangkap pelaku tetapi hanya mengamankan barang bukti yang dicuri. Sekitar setengah jam kemudian polisi kembali kelokasi kejadian disekitar jalan Wodward, hanya saja pelaku berhasil melarikan diri dan kemudian anak saya bersama rekannya langsung dibawa ke Mapolres Palu,” urai Nicolau.

Saat hendak dibawa ke Mapolres, anaknya diseret di aspal dan aniaya berkali-kali hingga mengalami luka serius.

“Bukan cuma dipukul, bahkan ditendang, diinjak dan dibanting ke dinding. Bahkan kakaknya juga ikut dianiaya sejumlah oknum polisi pada saat akan menjenguk adiknya di Polres Palu. Kedua anak saya dan satu orang ponakan saya dianiaya dengan cara dipukul dengan helm, menggunakan tangan, kaki dan pisau serta ditodong dengan senjata api laras pendek,” kata Nicolau lagi.

Saat ini, Advedoroky terbaring di ruangan VIP Rumah Sakit Woodward Palu dan masih menjalani perawatan intensif. Advedoroky adalah satu dari tiga pria yang diduga menjadi korban salah tangkap polisi usai pengejaran pelaku pencurian motor yang bertepatan didepan rumah sakit dimana korban dirawat.

Akibat salah sasaran amukan aparat itu, kedua anak Nicolau serta ponakannya menderita luka serius, dan yang paling parah dialami Advedoroky dengan luka lebam di wajah serta pendarahan didalam kedua bola matanya.

Saat ini, pihak keluarga sudah melaporkan aksi penganiayaan yang dialami Advedoroky dan rekannya bidang profesi dan pengamanan (propam) Polda Sulawesi Tengah untuk segera dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aparat yang terlibat. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2016

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: