Take a fresh look at your lifestyle.

Sejak 2013, Karang Taruna Sulteng Mati Suri

Dinsos Segera Ambil Alih

355

PALU, KAREBA.ID | Ternyata, Karang Taruna Sulawesi Tengah tidak jalan karena tidak adanya pengurus sejak 2013 lalu. Hal ini membuat sejumlah anggota angkat bicara karena ingin menyelamatkan dan mengaktifkan lembaga itu dari kefakuman.

Organisasi sosial kemasyarakatan tersebut merupakan lembaga yang mendapat pengakuan pemerintah berdasarkan Permensos No.77/HUK/2010. Dalam Pasal 38 ayat (2) huruf d, Bab VII tentang Peran Masyarakat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial tercantum bahwa karang taruna adalah salah satu organisasi sosial kemasyarakatan tempat berhimpunya pemuda.

Namun sayang, saat ini karang taruna Sulawesi Tengah pasca kepemimpinan saudara Mohammad Fahrudin Yunus, SH periode tahun 2008-2013, organisasi itu terkesan mati suri, karena terjadi kefakuman bahkan kemandulan dalam menjalankan segala aktifitas sosial kemasyarakatan yang diembannya.

Kepada KAREBA.ID, Mohammad Iqbal salah seorang bekas pengurus karang taruna Sulteng dalam siaran persnya menyatakan keprihatinannya.

Sebagai salah seorang bekas pengurus, dia prihatin dengan anggota karang taruna ditingkat bawah yakni pengurus kabuapten/kota, kecamatan, maupun tingkat desa/kelurahan juga mengalami kefakuman karena tidak adanya pembinaan organisasi yang dilakukan terhadap karang taruna tersebut disebabkan induk organisasinya sebagai pucuk tertinggi di Sulawesi Tengah ini tak berdaya dan tak bisa berbuat apa apa.

“Saya kira Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah perlu mengambil sikap tegas untuk mengambil alih pembentukan pengurus karang taruna dan merestrukturisasi seluruh pengurus yang ada melalui satu wadah kegiatan Temu Karya,” saran Iqbal.

Sebenarnya, tambah Iqbal, mereka selaku pengurus lama telah berupaya menghubungi mantan ketua untuk segera melakukan pertemuan atau pemilihan kembali pengurus baru demi menyelamatkan organisasi tersebut. Namun, sampai dengan saat ini respon terhadap  penyampaian itu terkesan tidak ditanggapi.

Terkait persoalan itu,  Karang Taruna Nasional yang dihubungi telah mengeluarkan surat No. 07.012/II/00/KT/XI/2018 perihal penunjukkan Caratekerpengurus Karang Taruna Sulawesi Tengah yang menunjuk dr. Verna Gladis menjadi Ketua, dan bertugas mempersiapkan pelaksanaan temu karya karang taruna Sulawesi Tengah. Akan tetapi, hingga saat ini sampai masa penunjukan surat carateker itu tertanggal 26 Agustus 2018, tidak juga ada upaya yang dilakukan.

Olehnya, menurut Iqbal, langkah konkrit harus diambil pemerintah daerah dalam hal ini dinas Sosial, untuk membentuk tim persiapan pelaksanaan temu karya itu, dan melakukan konsolidasi sampai ketingkat desa/kelurahan, sehingga Karang Taruna Sulawesi Tengah aktif kembali.

“Kita harus satu pikiran dan satu niat mengaktifkan kembali karang taruna yang merupakan rumah kita,” ajak Iqbal. olagondronk/kareba.id/2018

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: