Take a fresh look at your lifestyle.

Sejumlah Jamaah Menolak dianggap Tidak Kooperatif dan Ikut Aturan Pemerintah

Terkait Wafatnya H Nurdin Masalanra Yang Positif Corona

4.692

Palu, KAREBA. ID | Terkait makin maraknya fitnah yang ditujukan kepada jamaah pergerakan dakwah dan tabliqh khususnya di Kota Palu umumnya di Sulawesi Tengah,  pasca meninggalnya salah satu warga jalan Mangga yang kebetulan tinggal di kompleks markas Jamaah Palu dijalan Mangga, menuai fitnah karena masyarakat menerima informasi yang simpang siur.

Almarhum H. Nurdin Masalanra (47) salah satu pegawai di Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pekan kemarin, wafat di rumah sakit Anutapura Palu. Almarhum yang awalnya mengeluh sakit yang memang dideritanya, akhirnya dibawah ke rumah sakit untuk penanganan medis pada Selasa sore (24 Maret 2020). Oleh tim medis, gejala yang disampaikan pasien mengarah ke gejala Covid 19, walaupun sebenarnya pasien mengalami sakit bawaan yakni Diabetes dan Bronkitis menurut keluarga.

Lalu setelah diperiksa, pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terjangkit Virus Corona walaupun tanpa hasil Swab sebagaimana mestinya. Dirawat sekitar 7 hari, tepat pada 30 Maret 2020 sekitar pukul 1:30 dinihari pasien Nurdin Masalanra menghebuskan nafas terakhirnya.

Dikabarkan meninggal, lantas adik kandung dan beberapa kerabat menuju rumah sakit. Pasien didapati sudah terbungkus dengan kantong jenazah. Kemudian, pihak RS menyerahkan jenazah untuk melakukan proses pemakaman sekitar pukul 7:00 lewat, karena disampaikan oleh pihak rumah sakit jangan melewati 4 jam, kemudian keluarga berupaya mencari ambulance milik swasta. Setelah jenazah berada dalam mobil ambulance, kemudian keluarga dan kerabat membawa kerumahnya yang kebetulan satu kompleks dengan markas tabliqh Palu dijalan Mangga.

Selang beberapa menit, tanpa menurunkan jenazah, apalagi dimandikan dan di sholatkan, kemudian pihak keluarga dan kerabat membawa jenazah ke lokasi penguburan disekitar desa Beka, kecamatan Marawola kabupaten Sigi.

Sesampainya ditepat pemakaman, karena proses penggalian kubur masih berlangsung, jenazah menunggu dalam mobil jenazah yang berjarak sekitar 15 meter.

Kemudian, proses pemakaman dilakukan, dan tanpa mengeluarkan atau membuka kantong mayat seperti informasi yang tersebar, hanya menurunkan jenazah melalui tali kantong jenazah dan merapatkan ke liang kubur dan menambahkan kafan dari luar.

Selang beberapa hari, keluar hasil laboratorium Swab atas pemeriksaan almarhum sebelum meninggal. Almarhum dinyatakan positif terjangkit Covid 19.

Mendengar hal itu, sejumlah keluarga yakni adik kandung almarhum serta sejumlah jamaah yang terlibat pemakaman memeriksakan diri kerumah sakit terdekat, melalui Rapid Test, adik almarhum H Rudi Masalanra yang mengantar almarhum kerumah sakit awalnya dan juga sempat mengikuti Ijtima Dunia se Asia di Pakatto Gowa Sulsel, dinyatakan  negatif.

“Sudah ada hasil Rapidku, alhamdulillah negative dan saya juga baik-baik saja belum ada keluhan,” terangnya.

Iya menjelaskan, informasi yang simpang siur oleh sejumlah media mengenai keikutsertaan almarhum kakaknya dari pertemuan umat Islam atau Ijtima di Pakatto itu sesat. Kakaknya tidak pernah kesana (Gowa, red), namun sebelum mengeluh sakit, kakaknya baru pulang dari Jakarta beberapa hari.

“Media menulis asal tanpa bukti yang diikuti oleh sebagian masyarakat yang memposhting dimedia sosial. Almarhum tidak pernah ikut atau dari Ijtima umat Islam di Pakatto, Gowa Sulsel, dia dari Jakarta. Kalau saya iya,” katanya tegas.

Ada keluarga juga yang dikepala almarhum waktu dimasukan ke liang kubur, warga Beka, alhamdulillah sudah di Rapid dan negative juga, saya insya Allah satu kali lagi mau periksa, doakan saja baik-baik saja, tambah Rudi.

Hingga, kemarin Minggu 5 April 2020, istri almarhum H Nurdin Masalanra dijemput petugas penanggulangan Covid 19 untuk dilakukan karantina di rumah sakit rujukan covid dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab seiring dengan beredarnya pesan suara dari istri almarhum yang bekerja sebagai Guru di salah satu SMU di kota Palu tentang dirinya. Informasi yang mengarah ke fitnah terhadap jamaah dakwah wa tabliqh Palu terus genjar dilakukan pihak-pihak yang tidak tahu soal informasi yang sesuai fakta.

Ansar, salah satu jamaah Palu yang juga terlibat proses pemakaman pasien positif Corona angkat bicara. Senin 6 April 2020 hari ini, dia bersama dengan 10 orang jamaah lainnya mendatangi RS Anutapura Palu untuk mengklarifikasi anggapan mereka tidak kooperatif dan terkesan tidak mau ikut aturan pemerintah.

“Siapa bilang kami tidak kooperatif dan tidak mau diatur pemerintah ? ini perlu diluruskan,” katanya

Ditambahkannya, sejak kemarin kami mau datang tapi alat Rapid Test habis, terus hari ini kami datang lagi sekaligus mau ketemu dr. Herry (Plt. Dirut Anutapura) untuk pemeriksaan kesehatan dan menjelaskan kronologi awal jenazah dari sini dijemput keluarga dan dimakamkan di Beka.

“Iya alhamdulillah, tadi ketemu pak Walikota juga dan Dr. Hery, kami sudah bilang kami ikuti aturan yang berlaku, tapi soal jenazah kami mandikan dan di sholatkan saat di markas Tabliqh jalan Mangga serta dibuka dari kantong jenazah waktu penguburan itu semua informasi sesat. Masyarakat tahu begitu, tolong klarifikasi ke publik,” tegas Ansar.

Ansar maupun keluarga berharap Walikota Drs Hidayat Msi dan pihak RS Anutapura ikut membantu mengklarifikasi, dan masyarakat jangan percaya berita maupun informasi yang beredar padahal tidak sesuai fakta.

Terkait informasi almarhum ikut serta ke pertemuan umat islam di Pakatto Gowa, Ansar menegaskan bahwa almarhum tidak pernah ikut pertemuan tersebut karena bukan arahan markasnya. Almarhum bermarkas di salah satu masjid di Perumahan Dosen Palu sebagai markas dakwah mereka.

“Almarhum H Nurdin saudara kami itu, memang tinggal di markas jalan Mangga, tapi markas dakwah beliau di Perdos sana,” terangnya.

“Kalau cari informasi, datanglah ke kami, bukan dengar sana sini yang ternyata tidak betul,” imbuhnya berharap masyarakat berhenti memfitnah usaha Dakwah Jamaah Tabliqh ini.

“Kalau mau salahkan, ya kami, jangan usaha atas agama ini,” tegasnya. zmn/kareba.id/2020

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: