Take a fresh look at your lifestyle.

Selain Pendidikan dan Kesehatan Gratis Berkwalitas,  Insentif Tokoh Adat dan Pegawai Syara Ditingkatkan

272

Kayumalue Ngapa-Palu, KAREBA. ID | Waktu dua bulan lagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, dimanfaatkan semaksimal mungkin pasangan calon (Paslon)Tak ketinggalan Calon Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Palu. 

Seperti yang digelar, pasangan calon (Paslon) nomor urut 03 yakni Hidayat-Habsa Yanti Ponulele. Kedua pasangan berbagi tugas untuk mendeklarasikam program visi dan misi. Calon Wali Kota Palu Hidayat MSi menyampaikan program di wilayah Watusampu, Kecamatan Ulujadi. 

Disana ia bertemu puluhan warga untuk menyampaikan program unggulan yakni, pendidikan dan kesehatan gratis berkualtas, peningkata UMKM, dan percepatan penanganan pascabencana dan pencegahan serta pengandalian penyebaran Covid-19. 

Calon Wakil Walikota Palu Habsa Yanti Ponulele, ST. MSi berpose sesuai angka urutnya dalam Pilwakot Palu 9 Desember 2020 bersama sejumlah tokoh peremupuan di Kayumalue Ngapa. photo:timmedialoyalishidayathabsa

Program-programnya pun disambut gembira oleh masyarakat sekitar. Betapa tidak, program unggulan itu sangat membantu kehidupan masyarakat. dimana masyarakat tak lagi mengeluarkan biaya untuk menyekolahkan anaknya, mendapat pelayanan gratis, juga diberikan modal usaha. 

Sementara itu, disaat yang sama Habsa Yanti  juga menyampaikan orasi ideologi tentang visi dan misi kandidat diwilayah Panau dan Kayumalue Ngapa. Tak jauh beda dengan tanggapan masyarakat lainnya, yang menginginkan fasilitas jalan dan drainase perlu diperbaiki.

Soal pendidikan, masyarakat  Kayumalue Ngapa menginginkan guru pendidikan agama lebih ditingkatkan lagi, terutama ditingkat Sekolah Dasar. Kerena, pondasi kehidupa itu, ada pada pendidikan agama. Selain itu, masyarakat juga menyampaikan agar UMKM juga diperhatikan. 

Kemudian, Insentif semua tokoh adat dan pegawai syara yang ada diwilayah Kecamatan Palu Utara dan Tawaeali juga. Dimana mereka hanya menerima gaji atau insentif salam tiga bulan sekali dengan nilai sekira 300 ribu. Kondisi inilah, yang disuarakan agar insentif bisa ditambah. 

Sama halnya dengan pengurus masjid atau pegawai syara, insentifnya juga ditambah. 

Menanggapi hal itu, Habsa Yanti mengungkapkan persoalan pendidikan, kesehatan dan peningkatan mutu kualitas UMKM adalah program unggulan, sehigga, keluhan masyarakat bisa teratasi jika ia dan  Calon Wali Kota Palu, Hidayat duduk bersama-sama dikursi pemerintahan. Termasuk Insentif para pegawai syara dan tokoh adat setempat. Insentof dianggap perlu, karena sebagai apresiasi kerja-kerja yang sudah membantu program pemerintah nantinya. 

Insya Allah, itu semua bisa kami laksanakan jika terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu kedepannya. Jadi keluhan atau masukan dari masyarakat akan ditampung kemudian direalisasikan,” kata Habsa. 

Pada periode Hidayat sebelumnya, program pendidikan serta kesehatan gratis sudah dilakukan. Termasuk memberikan Insentif bagi pegawai syara dan para tokoh di masyarakat. Tentu jika terpilih kembali, persoalan insentif bisa diatasi untuk ditingkatkan. olagondronk/kareba.id/2020

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: