Take a fresh look at your lifestyle.

SENI TRADISI MENGGEMA DI TFAF 2017

609

LERE, PALU-KAREBA.id | Musik Tradisi yang dimainkan sejumlah seniman tradisi etnis Kori Sindue Kabupaten Donggala mendapat perhatian tersendiri bagi penonton yang mayoritas pekerja seni dari berbagai sanggar. Seniman tradisi yang mayoritas berumur lanjut itu memukau pertunjukan panggung Tadulako Folk Art Festival (TFAF) di gedung Taman Budaya Sulawesi Tengah, Senin 12 Juni 2017.

Lantunan syair demi syair Dade Ndate tersebut syarat dengan pesan sosial kepada publik. Tak hanya itu, syair mereka juga mengandung pesan kepada pemerintah agar lebih peduli terhadap kesenian tradisi leluhur yang bertujuan dalam membentuk karakter manusia yang saling menjaga antara satu dengan yang lain.

SENIMAN TRADISI – Kelompok kesenian tradisi dari Dampelas kabupaten Donggala membawakan tradisi Tontoi (Tontonan) di Tadulako Folk Art Festival (TFAF) 2017 yang digelar di Taman Budaya Sulawesi Tengah, 11-12 Juni 2017. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Tadulako Folk Art yang dilaksanakan Yayasan Tadulakota bekerjasama dengan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menghadirikan sejumlah pertunjukan selama 2 hari berturut-turut. Sanggar Tiro Uve dari kabupaten Sigi, Lawan Catur dari kota Palu, kesenian tradisi Dade Ndate, kesenian tradisi dari Dampelas, dan sejumlah komunitas senibudaya lainnya.

Kesenian tradisi yang dilakonkan sosok berumur lanjut tak mau kalah dengan generasi muda. Mereka dengan semangat memainkan alat musiknya sambil melantunkan syair-syair (Dade) bercampur doa untuk keselamatan dan kemaslahatan orang banyak.

Selain seni pertunjukan tradisi Dade Ndate Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala, seniman tradisi dari Dampelas juga menyuguhkan tradisi Tontoi (Tontonan) yang tidak kalah memukau disaksikan ratusan pasang mata.

SENIMAN PALU – Sejumlah pekerja seni kota Palu ikut menampilkan pertunjukan di Tadulako Folk Art Festival (TFAF) 2017 yang digelar di Taman Budaya Sulawesi Tengah, 11-12 Juni 2017. PHOTO OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Penanggungjawab Tadulako Folk Art Festival (TFAF) 2017 Drs Hapri Ika Poigi menjalaskan, jika festival tersebut sengaja melibatkan sejumlah seniman tradisi karena menganggap kesenian yang hampir punah itu perlu dilestarikan dengan cara selalu melibatkan mereka di setiap iven kesenian dan kebudayaan yang digelar di panggung-panggung urban sehingga menjadi spirit generasi muda untuk tetap menjaganya.

“Sejumlah seniman tradisi kami libatkan dalam iven ini untuk tetap menjaga kesenian leluhur tersebut, seni itu investasi yang harus dijaga bersama,” terangnya.

Sementara, Sejumlah pelaku senibudaya seperti Umaryadi Tangkilisan yang terus berproses dengan seni musik, Endeng Mursalin seorang perupa, Emhan Saja pekerja seni Teater dan sastra serta ratusan pekerja seni dari berbagai kelompok dan sanggar dari Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala tutut meramaikan kegiatan tersebut.

Menurut mereka, kelak pemerintah daerah dapat menfasilitasi dan memberikan kontribusi yang lebih banyak terhadap proses-proses penelitian dan pengkayaan senibudaya didaerah ini agar menjadi kekayaan senibudaya yang tak ternilai dan juga dapat menjadi pemersatu antara satu dengan yang lainnya. OLAGONDRONK/KAREBA.id/2017

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: