Take a fresh look at your lifestyle.

Seniman Multimedia Akan Berkumpul di Kota Palu

Angkat Isu Local Genius

656

PALU, KAREBA.ID | Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan penggiat senimedia, pemerintah daerah, dan komunitas yang fokus di seni berbasis teknologi, akan berkumpul di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dalam Pekan Seni Media bertemakan Local Genius.

Acara itu akan digelar 26 Agustus hingga 2 Spetember 2018 akan datang dan diikuti oleh sejumlah seniman dari luar Sulteng, seperti Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Makassar dan beberapa daerah liannya.

Hafiz Rancajale dan Andang Kelana, kurator Pekan Seni Media 2018, mengatakan dalam pengantar kuratorialnya, tema Local Genius sengaja dipilih pelaksana sebagai upaya membaca bagaimana ekperimentasi-eksperimentasi ke lokalan dapat mampu memberikan warna baru dalam perkembangan seni kontemporer. Eksperimentasi itu dilakukan oleh berbagai seniman yang tidak lagi terpusat di wilayah tertentu, terutama Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, sebagai pusat perkembangan seni modern Indonesia.

Seni kontemporer memberikan peluang yang sangat luas bagi penggabungan kemungkinan-kemungkinan ke lokalan, baik secara bentuk maupun konteksnya. Praktik ekperimentasi lokal dapat dibaca sebagai kemampuan untuk bertahan dari budaya luar, mengakomodasi unsur-unsurnya, mengintegrasikannya dengan budaya lokal, mengendalikan, dan tentu saja mampu menentukan arah perkembangan kebudayaan di masa depan.

Pekan Seni Media tersebut akan menggelar enam program yakni Malam Pembukaan, Pameran Harian, Artist Talk, Lokakarya Multimedia, Pertunjukkan Multimedia, dan Tur Edukasi.

Kegiatan itu menghadirkan 25 seniman individu dan kolektif seniman dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Akan ada beragam jenis karya dalam bentuk instalasi, instalasi objek, seni video, fotografi performans, video performans, seni bebunyian, seni berbasis proyek, seni berbasis kemasyarakatan, pameran arsip, sketsa, mural, dan lain sebagainya. Karya-karya ini disajikan dengan eksperimentasi berbagai medium mulai dari kaca, cermin, frame, LED, adaptor, listrik, perangkat elektronik, performans, kamera CCTV, monitor TV analog, synthesizer, 8-bit mixtape, plat tembaga, lateks, hingga sepatu dalam dimensi yang variatif.

Pembukaan yang akan digelar 26 Agustus 2018, pukul 19.00 WITA di Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tengah, terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya serta akan dibuka oleh Direktur Jenderal Kebu- dayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah.

“Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini seniman kita dapat berkarya dengan senantiasa membawa serta konteks kelokalannya. Karena justru lokalitas itu menjadi ciri khas yang memperkaya jati diri dan budaya bangsa dalam kerja bersama di medan tarung seni di kancah internasional,” kata Hafiz Rancajale. olagondronk/kareba.id/2018

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: