Take a fresh look at your lifestyle.

Sepakbola Palu “Mati Suri”, Tak Ada Kompetisi

436

PALU, Kareba.Id l Bukan karena sepakbola Indonesia mendapat sanksi dari FIFA, namun jauh dari kisruh yang membelit persepakbolaan Indonesia saat ini, pembinaan sepakbola di Kota Palu, telah lama mati suri.

Mulai dari ketiadaan kompetisi atau turnament yang bisa menggeliatkan persepakbolaan di daerah ini, bahkan Stadion Gawalise, yang menjadi Basecamp Persipal Palu, kebanggaan warga Palu ini, kini menjadi bisu tanpa tepukan dan yel – yel pendukung sepakbola.

Kalau pun ada aktivitas, hanya setahun sekali saat Celebest FC yang dipinjamkan menangani stadion ini melakoni laga kandang.

Demikian diungkapkan Farden Saino, seorang pecinta sepak bola di Kota Palu, yang mengaku miris dengan kondisi ini. Apalagi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dinilainya sangat minim terhadap pembinaan sepakbola, termasuk dalam soal pendanaan.

“Minimlah perhatiannya, sama-sama kita lihat pembinaan yang seperti apa yang telah dilakukan,” ucap Farden di lapangan Galara, Palu, Minggu, 8 November 2019.

Ketika Farden Saino, mantan pemain Galara Utama era 90-an unjuk kebolehan menggocek si kulit bundar (Foto: Ikhsan Madjido)

Padahal, menurut mantan gelandang Galara Utama era 90-an ini, pemain sepakbola Kota Palu zaman dulu hebat dan hidup sepakbolanya karena kompetisinya berjalan.

Anggota Dewan Kota Palu ini berharap kedepannya kompetisi yang harus dihidupkan.

“Sepuluh tahun terakhir, tidak ada kompetisi, sehingga tidak ada lahir pemain hebat. Pemain lahir hanya dari kompetisi. Tidak ada lahir dari turnamen seperti ini,” katanya usai membela tim Galara Utama pada turnamen Old Star Hidayat Lamakarate Cup.

Pada lanjutan babak enam besar turnamen old star itu, Galara Utama harus mengakui keunggulan Telkom dengan skor 1-2.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) Dewan Kota Palu tersebut mengapresiasi turnamen ini karena mempertemukan mantan-mantan pemain. Meski turnamen ini bukan untuk prestasi, tapi lebih ke silaturahim.

Terkait laga sore kemarin, Farden mengaku pertandingan seharusnya berimbang.

“Galara menang ball possession, tapi dewi fortuna masih berpihak ke Telkom,” kilahnya. Ikhsan/kareba.id/2019.

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: