Take a fresh look at your lifestyle.

TAWARKAN KEAKRABAN, NIKMATI KOPI KULAWI SAMBIL DENGAR MUSIK

268

PALU, KAREBA.id | Mendengar musik berbagai gendre sambil menikmati kopi lokal dapat kita jumpai di Raego Cafe. Alunan musik sekadarnya ditelinga, sambil bercengkrama bersama rekan atau pasangan, dijamin dapat dinikmati dengan sepuasnya disana.

Raego Cafe yang berada dibilangan Jalan Katamso Palu buka sejak pukul 09:00 pagi hingga pukul 00:00 Wita tengah malam. Sejumlah menu lokal yang diramu dengan menu Nasional hingga Internasional seperti Japan dapat kita nikmati disini. Japanese Food dipilih karena enak dilidah orang Indonesia. Chef lokalnya, tidak henti-hentinya meramu menu-menu baru yang pas di lidah konsumen, terutama lidah penikmat yang tinggal di Kota Palu.

Zhul Usman pemilik Raego café menuturkan, jika menu yang selalu dia bersama tim yang bekerja di café itu tawarkan, masakan maupun minuman yang pas dilidah. Selain itu terjangkau harganya, antara Rp 10.000 hingga Rp. 27.000.

Musik live saban Senin, Rabu dan Sabtu malam akan memanjakan pengunjung dengan lantunan berbagai lagu. Pemusik seperti Culture Project, Pleaseat Povia, Veki and Friend dan bahkan terkadang pemusik papan atas sekelas Rival Himran (MAN), Ote Abadi (The Mercys), Zarro Ananta sering menghibur pengunjung café, hanya untuk sekedar membawa lagu-lagu pamungkasnya.

“Iya terkadang jika mereka lagi di Palu pasti menyempatkan diri bermusik disini. Mereka seniman papan atas yang berasal dari sini,” terangnya.

Dia menambahkan, pilihan kopi lokal asal dataran kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi dikarenakan selain enak sebagai jenis kopi Robusta, tak kalah nikmatnya dengan kopi Robusta dari negara lain seperti Brazil, Vietnam dan India.

“Pilihan kopi asal dataran Kulawi sengaja kami suguhkan disini, selain lebih memperkenalkan kopi lokal, juga banyak penikmatnya,” Zul mengakui.

Adi Pedo, warga Biromaru kecamatan Sigi Biromaru mengakui, dirinya saban malam pasti berkunjung untuk menikmati segelas kopi dan berdiskusi bersama rekannya.

Menurutnya, selain harga makanan maupun minumannya terjangkau, disana ia juga bisa berdiskusi tentang pekerjaan dan bertemu rekan-rekan seniman maupun budayawan.

“iya, saya biasa ngopi sambil ketemu teman-teman di Raego Cafe,” ungkapnya.

Jika lagi sumpek, atau ingin sekadar mencicipi menu lokal dan kopi lokal sambil mendengar lantunan lagu pemusik lokal, datanglah ke Raego cafe, yang selalu menawarkan keakraban bergaya lokal, Kamaimo (mari). OLAGONDRONK/KAREBA.id/2106

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: