Take a fresh look at your lifestyle.

Terbukti, Percobaan Aniaya Wartawan

Sidang Disiplin 'Kasus' Ketua Aji Palu

747

PALU, KAREBA.ID | Polres Palu menggelar siding disiplin terkait percobaan penganiayaan Ketua Aji Palu, Mohamad Iqbal beberapa waktu lalu. Kepala Unit Binmas Polsek Palu Timur Ipda Pirade yang menjadi ‘pelaku’ kasus tersebut, dinyatakan bersalah dan mendapat sanksi, pada sidang disiplin yang digelar Propam Polres Palu di ruang Rupatama Polres Palu, Senin 13 Agustus 2018.

Ipda Pirade terbukti melakukan pelanggaran disiplin saat melakukan tugasnya, berupa perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap pelapor Mohammad Iqbal. Pimpinan sidang memutuskan, Pirade dihukum tidak dapat melaksanakan pendidikan selama dua periode atau satu tahun, mutasi yang bersifat demosi dan lepas dari jabatan.

Menurut Ketua Divisi Advokasi AJI Palu, Fauzi Lamboka, kasus tersebut sebelumnya telah diaporkan ke Propam Polda Sulteng setelah kejadian saat itu. Namun, karena oknum polisi tersebut bertugas di Polsek Palu Timur, maka kasus itu dilimpahkan ke Polres Palu sampai disidangkan.

Sidang disiplin yang dipimpin Wakapolres Palu Kompol Basrum itu berlangsung selama kurang lebih  tiga jam, dimulai dari pemeriksaan para saksi terlapor dan pelapor.

Bahkan, pimpinan siding memberikan waktu kepada pelapor untuk menyampaikan kronologi awal kejadian pada 23 Juni 2018 lalu, saat terkena razia rutin didepan Pura Agung Jagatnatha Jalan Jabal Nur, Palu.

Mohammad Iqbal menjelaskan, saat Razia itu, Ipda Pirade melakukan tindakan tidak menyenangkan sehingga merugikannya, termasuk berbuat tindakan menyakitkan anggota tubuh.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pelapor, pimpinan sidang menunda selama 20 menit. Kemudian pimpinan sidang menerima salinan tuntutan dari penuntut, dalam hal ini unit Provost Polres Palu.

Saat penundaan siding tersebut, terlihat Ipda Pirade mendatangi pelapor, Mohammad Iqbal dan menjabat tangannya.

“Sidang ini bukan aksi balas dendam kepada bapak, tetapi ini bentuk perhatian kami agar kedepan bapak bisa lebih baik melayani masyarakat,” kata Iqbal kepada Ipda Pirade.

Ipda Pirade mendengar putusan sidang tersebut, menerima apa yang sudah menjadi putusan sidang, tanpa menyanggah atau keberatan atas putusannya.

Sementara itu, Muhammad Iqbal, Ketua AJI Palu usai sidang kode etik mengatakan, polisi dan Jurnalis merupakan dua profesi yang saling membutuhkan. Namun menurutnya, jika terjadi kasus-kasus yang mengarah pelanggaran, harus diselesaikan secara tuntas dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

AJI Kota Palu mengapresiasi tindakan pihak kepolisian terkait upaya penyelesaian kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan kepada Ketua AJI Palu, Muhammad Iqbal beberapa waktu lalu.

“Kami mengapresiasi profesionalisme Polisi,” tambah ketua Divisi Advokasi AJI Palu, Fauzi Lamboka.

Menurut Fauzi, penyelesaian kasus itu telah dinyatakan selesai dengan sidang disiplin yang dilakukan Propam Polres Palu di ruang Rupatama. Olagondronk/berbagai sumber/kareba.id/2018

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: