Take a fresh look at your lifestyle.

Tim BPBD Palu Lembur Untuk Percepatan Penyaluran Dana Stimulan

12.666 Rusak Ringan, 5.964 Rusak Sedang dan 605 Rusak Berat Telah Dicairkan Dananya

158

Palu, KAREBA. ID | Tak hanya malam ini, Sabtu 13 Juni 2020, Tim dan staf percepatan Rahabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Palu menambah jam kerja alias lembur.

Waktu akhir pekan yang semestinya mereka gunakan berkumpul bersama keluarga, akan tetapi justru tetap digunakan bekerja lembur mengoreksi data bagi penerima dana stimulan tahap 2.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD kota Palu, Muhammad Issa Sanusi membenarkan hal sebagai upaya percepatan penyaluran dana bagi korban bencana beberapa waktu silam.

LEMBUR KERJA – Sejumlah staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu dan tim pendamping dana stimulan bekerja extra untuk memproses pencairan dana stimulan 2. photo: humaspemkotpalu untuk kareba.id/2020

“Iya benar, kami biasanya saban Sabtu dan Minggu diwaktu libur, tetap pakai kerja. Jam kerja saya tambah dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Jam 5 sore sampai jam 12 malam itu proses penginputan dan pembukaan SK untuk penyaluran dan pembukaan rekening bagi warga masing-masing,” beber Issa sembari mengutak-atik perangkat kerjannya.

Dijelaskannya, pelaksanaan penyaluran dana stimulan tahap 2 ini pihaknya melaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dengan panduan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

Dimana dalam proses administrasi warga, ada 14 berkas yang harus ditandatangani oleh warga sendiri yang notabene sudah masuk di dalam data 38.805 sebagai penerima stimulan tahap 2.

“Proses penginputan, kami memberikan tanggung jawab satu operator kecamatan sebanyak 400 KepalaKeluarga (KK). Dalam proses percepatan 400 KK ini saya bagi dua kali dalam seminggu. Sehingga dalam seminggu saya membuka dua SK pembukaan rekening dan pencairan dana,” terangnya.

Dalam satu pekan tersebut, katanya BPBD kota Palu bisa mendapatkan data warga sebanyak 2.000 – 2.500 KK dengan dua kali SK pembukaan rekening dan pencairan dana.

Issa mengungkapkan setelah proses itu selesai semuanya, pihaknya akan melakukan verifikasi sebelum diserahkan ke Badan Keuangan Daerah kota Palu.

“Setelah selesai semuanya, kita lakukan yang namanya pembukaan SK surat untuk ditandatangani oleh pimpinan BPBD yang dipermohonan surat untuk pencairan ke Wali kota Palu. Setelah itu Wali kota membuat surat keputusan yang dibuat oleh Bagian Hukum,” lanjut Issa.

Kemudian, semua proses tersebut dilaksanakan, pihak Badan Keuangan Daerah menunggu buku rekening dari Bank Sulteng sebagai tempat dana stimulant selama ini disimpan.

“Dari sana kita sudah dapatkan buku rekening dan dari BPBD akan mengantarkan SP2D-nya dalam waktu satu hari. SP2D ini dibuat oleh keuangan daerah itu bisa sampai 400 – 500 KK dalam sehari,” katanya.

Dengan demikian kata Issa,  proses penyaluran dana stimulan ini betul-betul ada mekanisme yang dilalui sesuai petunjuk teknis yang ada, sehingga membutuhkan waktu.

“Proses ini betul-betul ada mekanisme sesuai petunjuk teknis yang mengatur kami. Bukan hanya sekedar menyalurkan,” katanya.

Hingga saat ini lanjut Issa,  pihaknya sudah merealisasikan dana stimulan tahap 2 telah mencapai 55,75 persen atau sebanyak Rp. 306 miliar lebih dari total Rp. 789 miliar lebih.

Dari sekian persen itu ada sebanyak 19.235 unit rumah rusak yang telah cair dananya, dengan rincian 12.666 unit rusak ringan, 5.964 rusak sedang, dan 605 unit rusak berat.olagondronk/kareba.id/2020

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: