Take a fresh look at your lifestyle.

TIOF 2018, Festival Unik Di Kepulauan Togian

317

PALU, KAREBA. id |  Wakil Bupati (Wabup) Tojo Unauna (Touna) Admin Lasimpala berharap Togian International Oceanic Festival (TIOF), 7 sampai 11 Agustus mendatang, mendorong meningkatnya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tojo Unauna.

Menurut Wabup Admin Lasimpala, jumlah kunjungan wisatawan ke Tojo Unauna pada tahun 2013, sembilan ribuan orang. Lonjakan kunjungan terjadi pada 2017 yakni sebesar 12.975 orang. Sedangkan dari Januari hingga Juni 2018, wisatawan yang berkunjung mencapai 8.000 orang.

Dia menjelaskan, setelah even TIOF kunjungan wisatawan bisa meningkat antara 20 sampai 25 ribu orang.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan setelah pemkab Tojo Unauna menambah anggaran di Dinas Pariwisata.

“Dulu kita teriak-teriak agar pariwisata diperhatikan sehingga angka kunjungan meningkat. Tapi berapa dulu anggarannya. Ternyata saat itu masih sangat kecil antara satu sampai satu setengah miliar rupiah setiap tahun anggaranya.,” kata admin.

Setelah pemerintahan baru, kami mendorong peningkatan anggaran di mulai dari Rp 6 miliar pada 2016, Rp 7 miliar yahun 2017 dan tahun ini anggaran sudah mencapai Rp9 miliar.

“Peningkatannya naik drastis sekitar 300 persen. Sedangkan TIOF dibantu hampir Rp3 miliar, ” ungkap Admin.

Namun, timbul masalah. Dengan angka mencapai Rp9 miliar, Dinas Pariwisata malah kesulitan dalam menjabarkan dalam bentuk program.

Admin juga menyebutkan, kendala dalam mendorong kunjungan wisatawan, khususnya dari luar negeri karena bandara Mutiara SIS Aljufri Palu belum berstatus internasional. Sehingga turis mancanegara tidak bisa terbang langsung ke Palu.

Akibatnya, turis-turis mancanegara yang berkunjung ke Kepulauan Togian merupakan turis yang terlebih dahulu berkunjung ke Toraja dan Manado.

“Kami berharap bandara Mutiara SIS Aljufri Palu segera naik kelas menjadi bandara internasional,” kata Admin.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata menetapkan dua Destinasi unggulan di Sulawesi Tengah yaitu Lore Lindu dan Kepulauan Togean.

Festival Director TIOF 2018 Franky Raden menyatakan, festival kali ini beda dengan yang sebelumnya.

“Mungkin festival kali ini paling ‘gila’. Karen lokasinya di kepulauan kami gagas even di atas laut. Panggung-panggung acara dibuat di atas laut. Penontonnya pun menikati atraksi-atraksi dari perahu-perahu dan panggung penonton yanh disiapkan, ” ujar Franky Raden.

Penyelenggara TIOF 2018 juga melibatkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu.

Mutia dari BPOM Palu mengatakan kehadiran BPOM di arena TIOF untuk memberi jaminan keamanan pangan selama kegiatan.

Selama kegiatan, kata Mutia akan membantu ibu-ibu rumah tangga di Pulau Kabalutan dalam membantu industri rumah tangga yang mereka kembangkan.

“Kami sudah lakukan survei. Disana ada rumput laut. Potensi laut ini yang dampingi dalam produksinya dan aman dikonsumsi, ” kata Mutia.

Mutia berharap semoga kehadiran BPOM bisa membantu peningkatan kunjungan wisatawan ke Togean. ks/olagondronk/kareba.id/2018

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: