Take a fresh look at your lifestyle.

Walikota Hidayat Berpesan, Tidak Usah Keluar Kalau Tidak Mendesak

Posko Covid Pemkot Palu Berusaha Kerja Maksimal

424

Palu, KAREBA. ID | Walikota Palu Drs Hidayat MSi berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mentaati instruksi dan himbauan Pemerintah terkait upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Jika tidak ada urusan mendesak, lebih baik berdiam diri dirumah bersama keluarga.
Pemerintah kota Palu melalui Posko Induk Satgas Pemantauan dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 terus berupaya maksimal dalam penanganan dan pencegahannya. Sejumlah kegiatan edukasi terus genjar dilakukan, termasuk memantau orang-orang yang baru datang dari daerah yang terpapar virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.
Senin, 6 April 2020 malam, ketua tim Surveillance, dr. Rohmat memaparkan data Covid-19 per tanggal 05 April 2020 berdasarkan hasil laporan konfirmasi dari 14 Puskesmas se-kota Palu.
Saat ini, pelaku perjalanan sebanyak 837 kasus, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 145 kasus terdiri dari yang telah selesai masa pemantauan (selama 14 hari) sesuai prosedur tetap Kemenkes RI sebanyak 81 kasus dan dalam pemantauan sebanyak 64 kasus.
“Pelaku perjalanan ini adalah orang-orang yang datang ke Palu dari daerah terpapar Covid-19 dan tidak menunjukan gejala yang menunjukan orang yang terjangkit,” tegasnya.
Sementara, data Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 22 kasus yang terdiri dari selesai dilakukan pemantauan selama 14 hari sebanyak 9 orang dan masih dalam pemantauan sebanyak 13 orang.
“Mudah-mudahan mereka sehat semua,” harapnya.
Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 7 kasus dalam perawatan dan terkonfirmasi positif sampai saat ini ada 4 orang dan 1 orang telah dinyatakan meninggal dunia.
“Dari 4 kasus positif, Alhamdulillah 2 terkonfirmasi hasil Swabnya dinyatakan negatif. Namun, akan dilakukan pengambilan sampel lagi untuk lebih memastikan,” terang Rohmat.
Ditempat sama, Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si menegaskan data-data yang telah disampaikan tersebut perlu dipublikasikan agar lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus ini kota Palu.
“Kita ingin adanya transparansi dalam penanganan penyebaran Covid-19 di kota Palu serta masyarakat lebih taat dan patuh terhadap himbuan Pemerintah tentang protokol penanganan penyebaran virus tersebut,” bebernya.
Hidayat berharap dengan disampaikannya data ini, masyarakat tidak perlu cemas atau bahkan takut yang justru akan menurunkan imunitas atau daya tahan tubuh.
“Kurangi kecemasan maupun ketakutan dan kurangi keluar rumah kalau tidak penting. Inilah saya kira obat satu-satunya yang bisa menahan gerak penyebaran virus Corona itu,” pinta Hidayat.
Wakil Wali kota Palu, Sigit Purnomo Said, S.AP juga berharap sama dengan apa yang disampaikan Walikota. Dia berharap, kepada masyarakat bahwa persoalan ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri.
“Pemerintah tidak mampu apabila masyarakat tidak bisa berkontribusi melakukan kerjasama dan menaati apa yang menjadi himbauan maupun aturan dari intruksi pemerintah,” katanya.
Ditambahkannya, secara tegas protokol tetap bagi seluruh masyarakat yang datang dari luar daerah terpapar Covid-19 untuk mengikuti prosedur yang ada guna memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit.
“Dengan demikian, Pemerintah kota Palu dapat mengambil langkah-langkah yang lebih tepat untuk penanganan virus itu sendiri. Tentu upaya-upaya yang kita lakukan tak lepas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat berkaitan dengan kerjasama yang baik dalam penanganan ini, segera dapat kita tuntaskan,” urainya. olagondronk/kareba.id/2020

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: