Take a fresh look at your lifestyle.

WARGA ALEPPO MEMOHON BANTUAN

431

SURIAH, KAREBA.id – Penduduk Suriah di Aleppo hampir putus asa memohon bantuan menyusul bombardir dan pengepungan oleh pasukan pemerintah yang dibantu Rusia, hingga memaksa dua juta warga hidup tanpa akses air yang memadai.

Penduduk mengatakan gempuran dahsyat oleh jet tempur Rusia dan Suriah pada Sabtu (24/09) menewaskan sedikitnya 91 orang.

“Kami tidak memiliki alat untuk mengevakuasi jenazah,” kata seorang penduduk di distrik al-Bab seperti dilaporkan Aljazeera.

Menjelaskan kejadian mengerikan di sekitarnya, ia menceritakan ada satu keluarga yang semua anggotanya meninggal dunia akibat serangan tersebut.

“Kami mencoba membantu yang selamat, tapi situasinya sangat mencekam. Kehancuran dan kematian ada di mana-mana. Rusia dan rezim Assad sepertinya memberikan lampu hijau untuk membantai kami semua. Jika kelaparan tak cukup, sekarang saatnya pembunuhan massal,” katanya.

Di tempat terpisah, berbicara kepada Al Jazeera Sabtu malam, Abdulkafi al-Hamdo, guru besar di Universitas Aleppo, mengatakan penduduk hanya bisa menanti horor di malam-malam lain.

“Apa yang kami derita tak dapat diungkapkan oleh kata-kata dari bahasa apa pun. … Kami tak punya air untuk anak-anak kami. Di rumah sakit, ada tiga hingga empat orang di satu ranjang, bahkan di unit perawatan intensif,” katanya.

Krisis air menghantui seantero Suriah menyusul serangan udara militer Rusia dan pemerintah memasuki hari ketiga, Sabtu kemarin. Pada Kamis (22/09) pemerintah mengumumkan operasi perebutan Aleppo dari tangan pemberontak. RIMANEWS.COM

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: