Take a fresh look at your lifestyle.

Waspadai Cuaca Ekstrem di Sulawesi Selatan

Kepala BMKG IV: Angin Kencang, Petir, Hujan Lebat dan Gelombang Laut

161

Makassar, KAREBA. ID | Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Dermawan mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan.

“Dalam satu dua hari ke depan, angin kencang dapat mencapai 15 hingga 30 knot dan ketinggian gelombang antara 1,5 hingga 4 meter,” kata Darwawan saat dikonfirmasi terkait cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Parepare dan Ujung Lero, Kabupaten Pinrang, Sabtu, 11 Januari 2020.

Berdasarkan data BMKG diketahui, potensi hujan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir/kilat diprediksi terjadi di wilayah Kabupaten Pinrang, Barru, Pangkep, Maros, Soppeng, Enrekang, Kota Parepare dan Makassar. Sementara ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1,25 sampai 2,5 meter di Teluk Bone bagian selatan, perairan Timur Kepulauan Selayar, Laut Frores bagian Utara dan Barat, perairan Pulau Bonerata, Kalaotoa bagian Utara dan Selatan dan Laut Flores bagian Timur.

Di wilayah lainnya, gelombang air laut akan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter diprediksi terjadi di Selat Makassar bagian Selatan, perairan Parepare, perairan Spermonde Pangkep bagian Barat, periran Spermonde Makassar, perairan Barat Kepulauan Selayar dan perairan Sabalana. Sementara itu, berdasarkan informasi dari warga Kota Parepare Nurlina mengatakan, sejak pagi hingga malam ini hujan deras mengguyur kota kelahiran Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

“Bahkan hujan disertai angin kencang menyebabkan sebagian warga di dekat pantai, mengungsi ke rumah sanak keluarga yang lokasinya lebih aman,” tambahnya.

Kondisi serupa dilakukan sebagian warga di Ujung Lero, Kabupaten Pinrang yang posisinya merupakan tanjung. Menurut Ketua RW setempat, Sudirman sebagian warganya yang di dekat pantai sudah meninggalkan rumahnya sejak kemarin, karena ramalan cuaca ekstrem diprediksi terjadi 11 hingga 12 karena pengaruh angin munson.

Menurut Dermawan, masyarakat harus tetap mewaspadai cuaca ekstrem hingga 13 Januari 2020 dan setelah itu kondisi cuaca diprediksi berangsur normal. Namun sepanjang Januari 2020 masih patut mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi pada akhir Januari 2020.antaranews/rol/kareba.id/2020

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: