JAKARTA, KAREBA – Goldman Sachs menjadikan bank-bank Indonesia sebagai pilihan utama Asia untuk 2026. Bank tersebut merilis laporan penelitian pada 14 Januari 2026. Laporan itu menyoroti tekanan biaya dana yang mereda.
Goldman Sachs mempertahankan rating Buy untuk PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sementara itu, bank memberikan rating Neutral untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Analis Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 5,2 persen pada 2025.
BCA menjadi satu-satunya bank besar Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan positif. Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia justru diprediksi alami penurunan laba masing-masing 8 persen dan 6,6 persen untuk 2025. Hal ini menurut proyeksi Bloomberg.
Angin Segar dari Tren Struktural
Industri perbankan Asia-Pasifik akan lanjutkan momentum pertumbuhan dari 2025 ke 2026. Khususnya, bank regional ASEAN dan Hong Kong mendapat sorotan positif. Selain itu, pertumbuhan net interest income pada 2025 didorong oleh inflow simpanan kuat, bukan ekspansi pinjaman tradisional.
Goldman Sachs memprediksi tren struktural ini akan pertahankan profitabilitas bank-bank tersebut. Median yield dividen regional diproyeksikan capai 5,5 persen pada 2026. Bank-bank juga akan aktif lakukan pembelian kembali saham.
Analis Goldman Sachs menaikkan target harga BCA dari Rp9.800 menjadi Rp10.000. Namun, target harga Bank Mandiri diturunkan dari Rp5.850 menjadi Rp5.220. Langkah ini mencerminkan posisi defensif BCA di tengah kondisi pasar.
Kekuatan BCA di Tengah Tantangan
BCA unggul berkat struktur pendanaan yang kuat dan manajemen risiko disiplin. Rasio current and savings account BCA mencapai 83,8 persen per akhir 2025, tertinggi di antara bank besar Indonesia. Portofolio pinjaman BCA tumbuh 7,6 persen menjadi Rp944 triliun hingga September 2025.
Laba bersih BCA sentuh Rp43,4 triliun pada sembilan bulan pertama 2025, naik 5,7 persen. Sementara itu, sektor perbankan Indonesia hadapi pengetatan likuiditas awal 2025 akibat kontraksi fiskal. Kondisi likuiditas kini sudah mereda.
Analis DBS Bank yakin BCA akan hasilkan pertumbuhan laba positif. Sementara rekan-rekannya hadapi pertumbuhan negatif. Nomura memproyeksikan bank besar Indonesia capai pertumbuhan laba 1 hingga 7 persen pada 2026. Pertumbuhan pinjaman diprediksi 9 hingga 11 persen.
Goldman Sachs menekankan pasar belum sepenuhnya harga-in tekanan biaya dana yang mereda. Hal ini jadi pendorong utama pemilihan bank Indonesia sebagai favorit Asia untuk 2026. Investor perhatikan tren ini untuk strategi jangka panjang.*/LIA