Take a fresh look at your lifestyle.

[Sejarah Islam] Sumur Zamzam dan Aliran Airnya yang Abadi

98

KAREBA. ID | Sumur Zamzam pertama kali muncul 5.000 tahun yang lalu di bawah kaki Nabi Ismail. Ini adalah salah satu keajaiban bagi umat Islam yang paling abadi, mewakili rahmat dari Tuhan. Nama sumur tersebut berasal dari frasa “Zome Zome”, yang berarti “berhenti mengalir,” perintah yang diulangi oleh Hajar, ibu Nabi Ismail, saat berusaha untuk menahan aliran mata air tersebut.

Air sumur Zamzam selalu bersih tidak mengandung lumut, serangga, jamur, atau kotoran lainnya. Arab News melaporkan bahwa tingkat mineral alami yang terkandung di dalam airnya, bahkan lebih tinggi daripada air desalinasi normal. Alasan ini, juga membuat air Zamzam memiliki rasa yang berbeda dari air pada umumnya. Peziarah selalu tertarik untuk minum dari sumur dan membawa botol berisi air ke tanah air mereka. Pasalnya, air ini diyakini sebagai sumber penyembuhan alami bagi orang sakit, menurut Nabi Muhammad SAW.

Kisah penemuan Dikisahkan pada awalnya, Nabi Ibrahim, menempatkan keluarganya, Hajar dan putra mereka Ismail, di daerah itu mengikuti perintah Tuhan. Hajar sedang mencari air untuk memuaskan dahaganya dan anak laki-lakinya yang menangis. Lalu, dia berlari tujuh kali bolak-balik di tengah gurun antara dua bukit Safa dan Marwa. Hari ini, tindakan yang sama ditetapkan menjadi bagian dalam ritus haji.

Tanggapan Tuhan atas tangisan anak kecil dan upaya ibu yang putus asa adalah dengan secara ajaib menciptakan mata air di kaki nabi Ismail. Sumur Zamzam, yang terletak sekitar 20 meter di timur Kabah, memiliki kedalaman 35 meter dan di atasnya terdapat kubah. Airnya masih mengalir sampai sekarang. Zamzamlah yang membuat pemukiman Lembah Makkan tercipta. Sumur Zamzam terus memegang peranan penting di generasi-generasi berikutnya.

Kakek Nabi Muhammad SAW, Abdal Muttalib, dihormati dengan tanggung jawab menjaga sumur dan jemaah haji ke Mekkah. Saat ini, umat Islam sangat percaya bahwa di antara banyak mukjizat Zamzam adalah kemampuannya untuk memuaskan dahaga dan kelaparan, serta memiliki manfaat kesehatan juga.

Tak berhenti mengalir Pengembangan dan pemeliharaan Sumur Zamzam sangat penting, dengan sumber air terlindungi selama berabad-abad dengan berbagai cara. Sebagai sumber utama air bagi pengunjung ke Mekkah di zaman kuno dan bagi para peziarah saat ini, sumur ini tidak pernah berhenti menghasilkan air berkah bagi umat Islam, kecuali untuk waktu yang singkat. Selama berabad-abad, sumur itu dijaga oleh Abd Al-Muttalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad. Kemudian dilanjutkan oleh banyak khalifah Muslim hingga zaman modern.

Di bawah raja-raja Saudi perlindungan sumur itu dimulai dari pendiri Arab Saudi saat ini, Raja Abdul Aziz. Di masa lalu, sumur suci dilindungi dengan cara primitif. Baru pada masa pemerintahan almarhum Raja Abdullah, sebuah lompatan besar diambil sehubungan dengan pengembangan cara pemeliharaan sumur.

Raja Abdullah mengubah metode pengisian dan pendistribusian air di dua Masjid Suci. Ia juga memulai Proyek Air Raja Abdullah bin Abdul Aziz Zamzam (KPZW) pada 2013. Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang umrah dan haji, kebutuhan air zamzam pun semakin meningkat pesat. Kondisi itu mendorong lebih banyak pengembangan pada sumur.

Pengembangan sumur Zamzam Biaya konstruksi proyek Sumur Zamzam saat itu berjumlah lebih dari 187 juta dollar AS setara Rp 2,7 kuadriliun (kurs saat ini). Proyek ini menghilangkan banyak metode lama yang tidak profesional terkait dengan pemompaan, penyaringan, pendistribusian, dan pengisian air. Semua diganti dengan teknologi terbaru dan teraman. Dulu, air digunakan untuk dibotolkan secara manual dalam berbagai ukuran wadah. Jadi awalnya belum ada proses pembotolan resmi. Arab News melaporkan, kondisi tersebut mengakibatkan pencemaran air yang tidak diinginkan pada air yang diambil dari sumur Zamzam.

Namun, dengan proyek baru ini, ada dua ukuran utama wadah resmi, yaitu ukuran 5 liter dan 10 liter. Air zamzam selanjutnya sampai saat ini diolah, dibotolkan, disimpan, dan didistribusikan secara efisien. Sebelum perjalanan Haji atau Umrah berakhir, pengunjung harus mendapatkan satu atau dua botol air Zamzam sebelum berangkat. Tradisi itu pada tahun-tahun sebelumnya sering menimbulkan kekacauan dan antrean yang tidak teratur. Saat ini, proyek tersebut memungkinkan wadah air didistribusikan kepada para peziarah di dalam bus, atau di bandara untuk menghemat waktu dan mencegah kepadatan. Pusat distribusi air telah ditempatkan di berbagai sudut Masjid Agung Mekkah untuk memudahkan akses jemaah.

Di dalam Dua Masjid Suci, air disediakan dalam pendingin yang menjalani proses pembersihan dan pengisian setiap hari. Pembelian air Zamzam secara online adalah bagian dari proyek Perusahaan Air Nasional Arab Saudi. Ini diinisiasi untuk mengatasi penangguhan penjualan, dan sebagai tindakan pencegahan infeksi, selama merebaknya pandemi Covid-19. Baca juga: Arab Saudi: Hanya Jemaah yang Sudah Divaksin Covid-19 Diizinkan Umrah ke Mekkah Pelestarian berkelanjutan Air Zamzam sekarang didistribusikan melalui platform bisnis elektronik Saudi HNAK, yang juga menawarkan layanan pengiriman ke rumah. Ekstraksi, pemompaan, dan pengawasan berkelanjutan terhadap penyimpanan dan jaringan pipa, dilakukan melalui teknologi serat optik dari jaringan Kontrol Pengawasan dan Akuisisi Data.

Dengan semua teknologi ini, kualitas mineral alami air Zamzam terjaga dan dipertahankan. Semua sesuai dengan penelitian cermat, yang dilakukan menggunakan metode pemompaan dan penyaringan yang paling sesuai. Untuk mencegah semua karakteristik air Zamzam terpengaruh oleh kontaminasi alami eksternal, Pusat Studi dan Penelitian Zamzam telah menerapkan kontrol kualitas yang ketat.

“Untuk bisa mengelola Sumur Zamzam secara berkelanjutan, kita perlu memiliki pemahaman penuh tentang pengaturan lingkungan dan hidrogeologis dari sumur suci ini dan sumber air sekitarnya, termasuk konduktor air di daerah tersebut,” ujar Samer Showman, Presiden Pusat Penelitian Zamzam, kepada Arab News.

Menurutnya, pihaknya perlu melihat bagaimana air disimpan dan seberapa cepat air bergerak, serta jenis mineral yang diekstraksi melalui perjalanannya di antara bebatuan. Itu semua dipelrukan untuk memahami apa yang menjadi ciri khas dari air Zamzam. “Kami telah menghubungkan model matematika dengan jaringan data curah hujan dan stasiun curah hujan di bagian akuifer yang berbeda untuk menentukan volume dan kuantitas air yang tepat yang dapat diambil sepanjang tahun di Wadi Ibrahim,” tambahnya. Showman mengatakan bahwa laboratorium khusus untuk air Zamzam di Mekkah melacak dan menguji sampel air yang berbeda, yang dianalisis setiap minggu untuk menjaga kualitas air.kompascom/kareba.id/2021

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublish

%d blogger menyukai ini: