, KAREBA – Ketua Kota Palu, , mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah Kebakaran Palu. Imbauan ini menyusul kondisi cuaca yang panas, kering, dan berangin, yang dapat memicu Kebakaran Palu semakin rentan terjadi di seluruh wilayah ibu kota Sulawesi Tengah ini.

Rico Djanggola menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem saat ini sangat berisiko karena api dapat dengan mudah muncul dan menyebar luas. Terutama jika terjadi pembakaran yang tidak terkendali, potensi Kebakaran Palu akan meningkat drastis. DPRD Kota Palu berharap masyarakat dapat memahami risiko ini.

‘Menurut saya dengan kondisi cuaca di Palu saat ini, memang sangat riskan dan gampang terjadi kebakaran,’ kata Rico, Minggu, 06/09. Ia menambahkan, cuaca panas terik, kering, serta disertai angin kencang menjadi faktor utama yang memperbesar risiko Kebakaran Palu, baik di permukiman padat maupun di lahan terbuka.

Oleh karena itu, Rico mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api. Pencegahan Kebakaran Palu harus dilakukan bersama-sama untuk mengurangi potensi kerugian besar akibat api. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan.

Di sisi lain, Rico Djanggola mengapresiasi respons cepat petugas Pemadam Kebakaran Kota Palu dalam menangani sejumlah insiden Kebakaran Palu yang terjadi belakangan ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak lain yang turut serta membantu proses pemadaman. Kerja sama ini sangat vital dalam penanganan Kebakaran Palu.

‘Saya mengapresiasi respons cepat pemadam kebakaran Kota Palu dan pihak-pihak lain yang saling membantu memadamkan kebakaran yang terjadi,’ ujarnya.

Secara khusus, Rico mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, baik di pekarangan rumah maupun di lahan terbuka. Aktivitas ini dinilai sangat berisiko, terutama saat cuaca panas dan berangin, yang bisa memicu Kebakaran Palu. Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok atau sisa-sisa pembakaran secara sembarangan. Rico berharap kewaspadaan masyarakat dapat membantu mencegah Kebakaran Palu dan meminimalkan dampaknya.