, KAREBA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah () Kota Palu, Irsan Satria, mengadakan kegiatan atau penjaringan aspirasi catur wulan II tahun 2026. Acara ini berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Kantor Kelurahan Besusu Tengah, Jalan Katamso, Kelurahan Besusu Tengah, Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk mendengar langsung keluhan dan masukan masyarakat terkait Reses Irsan Satria.

Sebagai anggota DPRD Kota Palu yang tergabung dalam Badan Anggaran dan Komisi A dari Fraksi Hanura, Irsan Satria didampingi oleh Koordinator Mardiyah dan Mamnun Aulia Rahman, serta pendamping Ilham dan Emilda Piola. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Kesra, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Camat, Lurah Besusu Tengah, beberapa Ketua RT setempat, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda dari Daerah Pemilihan () I Kota Palu yang meliputi Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore.

Berbagai aspirasi disampaikan oleh warga dalam kegiatan Reses ini. Salah seorang warga mengeluhkan kondisi rumah adat (Bantaya) yang terbengkalai, dengan bangunan yang ada namun tanpa aset seperti meja duduk dan penerangan yang memadai. Warga lain mengusulkan perbaikan pagar masjid di bagian belakang, perbaikan WC pascagempa 2018 yang airnya sudah tidak berfungsi, perbaikan tempat tandon, dan pengadaan sound system untuk kegiatan masjid.

Seorang kader Posyandu juga menyampaikan aspirasinya terkait pelaksanaan kegiatan Posyandu yang sering diadakan di jalan tanpa atap, sehingga membutuhkan tenda kerucut dan tensi digital. Majelis Taklim Al Kautsar juga berharap dapat difasilitasi dengan alat samrah agar bisa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang mengundang mereka.

Menanggapi aspirasi tersebut, Irsan Satria berkomitmen untuk menindaklanjuti.

“Untuk Bantaya Insyaallah saya akan segera upayakan,” ujarnya. 

Ia juga menambahkan bahwa beberapa tahun sebelumnya ia telah berpartisipasi membantu masjid dan proposal yang diajukan sudah ia terima. “Saya berharap dapat benar-benar dimanfaatkan,” kata Irsan.

Untuk kader Posyandu, Irsan menyatakan akan segera berkoordinasi.

“Sementara untuk alat tensi digital, saya menunggu diberikan kepada saya secara langsung, Insyaallah bisa saya bantu segera. Untuk tenda kerucut juga akan saya komunikasikan di beberapa pihak,” jelasnya

 Irsan juga menyoroti pentingnya koordinasi yang baik antar anggota dewan tanpa memandang latar belakang partai, demi kepentingan warga.

Perwakilan RT menyoroti bahwa tidak semua perwakilan hadir dalam pertemuan Reses Irsan Satria ini. Ia mengingatkan bahwa Bantaya Silalangi bukan hanya milik Kelurahan Besusu Tengah, tetapi juga milik seluruh Kecamatan Palu Timur. Selain itu, ia juga meminta perbaikan drainase dan berharap ada perwakilan asli dari Besusu Tengah yang dapat duduk di kursi dewan.

Mengenai pengaspalan jalan yang sudah 12 tahun tidak diperbarui, seorang RW menyampaikan harapannya. 

“Pengaspalan jalan sudah 12 tahun masanya dan baru kali ini kita ajukan,” katanya. 

Irsan Satria menanggapi, “Saya harapkan warga bisa bersatu agar ada perwakilan Besusu Tengah yang dapat mendorong ada perwakilan yang berasal dari wilayah sini.”

Terkait permintaan armada kebersihan, Irsan menjanjikan akan mengusahakannya. 

“Insyaallah tahun ini kita usahakan sudah ada, paling lambat November,” kata Irsan. 

Ia juga mengakui banyaknya laporan mengenai penerangan di kecamatan tersebut. 

“Saya telah menitipkan pengusulan untuk penerangan yang saya tujukan langsung ke kecamatan untuk seluruh kelurahan di Palu Timur ini, sehingga untuk proposal dialamatkan ke kecamatan,” jelas Irsan. 

Ia menambahkan, banyak usulan yang kini diarahkan langsung ke kecamatan, tidak lagi melalui OPD, untuk memudahkan kelurahan. Irsan juga berharap agar masyarakat dapat memahami kondisi keuangan pemerintah dan meminta maaf jika ada janji yang terlupa. 

“Saya harap diingatkan,” pungkasnya dalam kesempatan Reses ini.LIA